Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Penemu "Touch Screen" atau Layar sentuh......


Ternyata Technology "Touch Screen" penemu pertamanya adalah pengusaha Warung Nasi Tegal (WARTEG).

Ini kisahnya:

Pada suatu saat seorang Ilmuwan Manca Negara makan di WARTEG. Setiap PENGUNJUNG yang datang ditanya oleh Pelayan Warteg:

Pelayan: "Makan pake apa?"

Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca (menunjuk makanan di baliknya)

Pelayan: "Makan pake apa lagi?"

Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca lagi.

Pelayan: "Apa lagi?"

Pengunjung kembali menempelkan jarinya ke kaca...

Beberapa detik kemudian makananpun sudah siap tersaji.
SANG ILMUWAN pun berdecak kagum, ternyata technology di Indonesia luar biasa majunya. Tak ayal lagi merekapun menjiplaknya untuk TV, LAPTOP, PDA Blackberry Torch dan Ipad.


Rabu, 27 Juli 2011

2011: Tahun "Kantong Uang" ???


Menjelang akhir bulan Juli 2011 ini, tiba-tiba hapeku berdering menginformasikan sms masuk dari temen-temen baikku yang isinya semua sama:

---------------------------

"Bln Juli th 2011 punya: 5 hari Jumat, 5 hari Sabtu dan 5 hari Minggu.
Silakan dicek. Hal ini hanya terjadi setiap 823 tahun.
Tahun ini disebut "Kantong Uang" berdasarkan Feng Shui di China.
Menarik 'kan? -

Silakan baca terus!

Tahun ini akan kita alami empat tanggal yg luar biasa, yaitu:
1/1/11, 1/11/11, 11/1/11, 11/11/11 Dan bukan itu saja...

Ambil dua digit terakhir dari tahun kelahiran Anda, lalu ditambah usia anda dlm tahun ini. Hasilnya pasti 111.
Ini berlaku utk semua orang di seluruh dunia.

Aneh tapi Benar! Krn Tahun ini adalah Tahun Uang/Cian!

Kata Feng Shui di China : Apabila Anda meneruskan info penting ini minimal kpd delapan teman baik Anda, uang akan muncul spt Air dlm 4 hari mendatang sbg rezeki Anda.

Mereka yg tidak melanjutkan info penting ini tidak akan apa2, hanya tidak akan menerima Uang/CIAN.......
Sangat misterius, tapi boleh dicoba toh tdk ada ruginya! Good luck! ***

---------------------------

Lalu akupun mulai melihat dan membolak-balik kalender serta menghitung-hitung tahun lahir + usia...
semua betul apa kebetulan....??
Sungguh menarik.... :)

Hmm.... apapun yang terjadi dengan dunia ini segalanya pasrahkan saja pada Sang Pencipta.
Yang seharusnya kita lakukan adalah merenungi tanda-tanda kebesaranNya. Bukan mengutak-atik hal-hal aneh yang terjadi di dunia ini.........

Subhanallah........


Minggu, 03 Juli 2011

Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku.. (3)


Bagian 3

“I'm not good enough to be your friend. am I?” pesan lelaki itu tertulis di inbox, jam 21.44. Rupanya lelaki itu lama-lama tahu kalau pada jam-jam segitu dia sudah beristirahat di rumahnya. Nonton tivi atau browsing internet tentang hal-hal yang ingin diketahuinya. Dia tersenyum dan membayangkan wajah lelaki itu penuh harap dengan mata sayunya yang hanya bisa ia lihat di pict profile-nya. Karena sejauh ini dia tak ingin mengenalnya lebih jauh. Meski sebetulnya bagi mereka amat mudah membuat janji untuk ketemu. Tapi itu semua tak dilakukan.

“Why do you think there? “ jawabnya singkat.

“Please give me your phone number...Please! Unconfortable give you massage from fb, not secure enough.. “ pinta lelaki itu..

“I'm sorry if I had disappoint, 'till now can send phone number. I'm balmy enough in this way.. “ tulisnya. Sambil berpikir.. ah sama saja.. bahkan kalau lewt ponsel baginya lebih tidak aman, karena bisa saja terbaca orang iseng yang pura-pura pinjam ponsel. Dan semuanya akan jadi berantakan. Pikiran negatif pasti tertuju padanya. Betapa tidak, dia selalu berkata penuh hikmah, demikan pula dalam status-statusnya di fesbuk, kok tiba-tiba beriseng ria dengan lelaki yang bukan siapa-siapanya.

“Oke, what ever..Have a nice sleep.. “ jawab lelaki itu tidak memaksa.

“Yours thank have understood my self. Have nice sleep too..” tulisnya menutup percakapan inbox malam itu.

Dan meski dia sudah menutup percakapan hatinya mulai tergerak untuk mencari tahu siapa sih lelaki itu ? entah magnet apa yang membuatnya tiba-tiba mulai tertarik juga. Dibukanya dinding fesbuk lelaki itu. Di bukanya informasi pribadi, foto, dan lain-lain.. tapi tak ditemui keistimewaan dan informasi apa-apa.

Lalu dia secara hati-hati mencari tahu tentang lelaki itu pada teman bersamanya di fesbuk Namun tidak ada informasi yang berarti. Karena lelaki itu jarang memberikan komentar di status mereka, paling-paling meberikan jempol.

Penasaran juga.. karena begitu setianya lelaki itu berharap untuk bisa berkomunikasi secara pribadi, tidak lewat inbox. Lelaki itu pun berjanji tidak akan menelponnya. Apalagi berusaha ketemu. Lelaki itu merasa leluasa berkomunkasi lewat short massage di ponsel.. tidak harus buka fesbuk.. Dia berfikir.. apa salahnya ?? Akhirnya dikirimkannya nomor ponselnya.. Betapa girangnya lelaki itu. Lalu sms demi sms pun memenuhi ponselnya. Dan dia merasa tidak terganggu bahkan selalu menunggu sms lelaki itu.. Pagi, siang, malam.. selalu ada kata sapa.. Kata-katanya indah dan menggugah, menyejukkan.. Dia mulai terbasa dan merindukan pesan-pesan singkat ataupun panjangnya.. Lelaki itu berceritera tentang dirinya, keluarganya, masa kecilnya, cintanya, dan lain-lain tentang kehidupannya. Dan dia merespon dengan balik cerita tentang dirinya, kehidupan dan cintanya.. Tidak ada sapaan bu atau mbak yang ditulis lelaki itu.. tapi berkanti dengan “aku dan kamu”. Komunikasi yang enak seperti dua orang sahabat yang lama tak bertemu.

***

Hari-hari pun menjadi indah, tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa dia akan mendapatkan teman curhat bila ada kekesalan di tempat kerjanya ataupun di rumah. Dia lebih bersemangat untuk menulis puisi dan sajak yang sudah lama ditinggalkannya. Semua karena lelaki itu. Lelaki itu sangat mengagumu tulisan-tulisannya. Hingga pada suatu malam, ketika tengah ber smsan dia ingin sekali mendengar suara lelaki itu. Keinginan yang tak terbendung. Dipijitnya nomor ponsel lelaki itu. Dadanya berdegup kencang.. antara malu dan ingin…

“tut......” terdengar nada sambung. Lalu terdengar suara tombol dipijit.. diterima..

“Hai…” sapanya.. sambil dadanya terus dag dig dug..berharap mendengar suara lelaki itu.

“Hai…” jawab suara di seberang sana. Suara yang berat namun lembut. Dia sampai tak tahu harus bicara apa lagi.. karena memang tidak tahu topik apa yang akan diomongkan.. Untung lelaki di seberang sana melanjutkan.

“ Kok telpon… kan kita sudah janji untuk tidak menelpon?”

“Bukan kita.. tapi kamu..” jawabnya

“Wah.. kalah deh..” kata lelaki itu

‘Kenapa?” tanyanya

“ Gak papa, Cuma kok kamu malah telpon” sepertinya dia menahan getaran suaranya.

“ Aku ingin mendengar suaramu” jawabnya datar.. mulai bisa menata perasaan.

Lalu terhenti.. sunyi..

“ Maaf, aku mengganggumu ya ?” Tanya lelaki itu

“Oh, tidak.. ternyata aku senang berteman denganmu”.. Jawabnya..

Dan percakapan basa basi itu telah melenakan mereka sampai larut malam..

“ Kamu, besuk harus kerja.. istirahat dan tidur ya ?? Ntar kesiangan lho…” kata lelaki itu

“ Iya.. terimakasih.. Selamat malam..” jawabnya.

Entah mengapa, malam yang dingin itu membuatnya begitu gelisah tapi senang, setelah mendengar dan bercakap-cakap dengan lelaki teman barunya. Ah, aku tak boleh jatuh cinta. Matanya diusahakan untuk terpejam namu tak sanggup jua. Suara lelaki itu begitu mempengaruhi jiwanya. Masak sih aku jatuh cinta pada orang yang belum kukenal hanya karena mendengar suaranya ?? pikirnya. Tidak. Aku tidak boleh jatuh cinta. Cinta hanya membuatku sakit hati.

***

Tapi kini ia telah jatuh cinta. Cinta yang tidak masuk akal. Cinta yang begitu dalam. Penuh konflik batin antara keinginan dan penolakan. Sebuah pribadi yang melekat pada dirinya. Seorang ambivalensi. Hari-harinya diisi dengan pengharapan akan kehadiran lelaki itu. Mimpinya selalu pada lelaki itu. Lelaki yang hanya dikenalnya lewat dunia maya. Kalaupun ada dunia nyata yang dijalaninya bersama adalah mendengar suara lelaki itu. Suara yang begitu nyaman di telinganya. Suara yang selalu dirindukan. Suara yang menimbulkan getaran-getaran yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Dan kini perjalanan cinta mereka selama hampir setahun telah berakhir. Dia ingin protes tapi tak sanggup. Rasa cintanya harus disimpannya dalam-dalam. Sesekali ditumpahkan dalam tulisan dan catatannya. Di buku hariannya penuh dengan puisi-puisi cinta yang tak pernah terkirim ke alamatnya. Karna dia ingin membuktikan bahwa ia begitu masih mendambakan kebersamaan itu.. Lalu tangannya mulai mengetikkan sebuah kalimat ;”Kekasih… ijinkan aku mencintaimu dengan caraku…”

Sayup-sayup terdengar dari winamp sebuah lagu dari Slank yang begitu menyentuh….

Pernah berpikir 'tuk pergi

Dan terlintas tinggalkan kau sendiri

Sempat ingin sudahi sampai di sini

Coba lari dari kenyataan

Tapi ku tak bisa jauh jauh darimu

Ku tak bisa jauh jauh darimu

Lalu mau apa lagi

Kalau kita sudah gak saling mengerti

Sampai kapan bertahan seperti ini

Dua hati bercampur emosi

Tapi ku tak bisa jauh jauh darimu

Ku tak bisa jauh jauh darimu

Sabar sabar aku coba sadar

Sadar sadar seharusnya kita sadar

Kau dan aku tercipta

Gak boleh terpisah

Dan tak bisa jauh jauh darimu

Ku tak bisa jauh jauh darimu


==========SELESAI===========

Inspiring pict from: IsyanaDewa

Jumat, 06 Mei 2011

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku...


Bagian 2

Udara cerah namun lembab menyelimuti kota kecil di kaki Lawu. Sebetulnya berdasarkan ilmu alam yang dipelajari waktu SMP dulu, bulan ini sudah tidak hujan, tapi entah akibat pemanasan global atau pergeseran rotasi bumi, kini musim panas dan penghujan sudah tidak bisa dipredikasi. Dan tampaknya sebentar lagi akan turun hujan. Dari langit sudah nampak awan culumus nimbus.Cepat- cepat perempuan itu keluar dari ruang kerjanya mengambil sepeda motornya, ingin segera pulang sebelum hujan turun. Ternyata sepanjang jalan banyak orang ngebut. Biasa kalau menjelang hujan pasti semua orang tergesa-gesa.

Sampai di rumah direbahkan tubuhnya di sofa sambil melihat ftv remaja di televisi. Meski kebanyakan orang tidak suka ftv ataupun sinetron, dia tetap suka. Bukan apa-apa, tapi dari ceritera itu kadang dia mendapatkan inspirasi bagi penyelesaian masalah yang dihadapi ataupun mengenal karakter manusia, karena pekerjaannya sebagai konsultan sumber daya manusia.

Sambil melihat tivi tangannya masih mempermainkan ponselnya. Dia juga membuka twitter dan fesbuk, siapa tahu ada informasi baru. Dan matanya kembali terpengaruh adanya pesan masuk di kotak inbox-nya.

“Gaya menulis mbak bagus. Kayaknya aku dah jadi penggemar dech. Ada wadahnya gak ya? Fans Club gitu.. Smsnya di tunggu lho.hehe (padune hehe.) “ itu bunyi pesan yang diterimanya.Dan entah angina apa yang mendorongnya untuk menjawab pesan itu.

“ Tulisan yang mana ya ?” jawabnya.

‘ Ya semuanya, baik status mbak maupun catatan mbak di fesbuk”

“ Oh…Janganlah suka memuji, karena pujian bisa mengurangi pahala orang yang dipuji” tulisnya.

“Eh, baru denger pujian ngurangi pahala. Setahuku orang jangan suka dipuji, jangan pelit memuji kalau memang bener lalu segala pujian di kembalikan pada Allah...wah dapat ilmu baru. Thanks mbak. Ohya, sms-nya jangan lupa ”..

“Sabar ya? Saya lagi repot banget, jangan khawatir suatu saat saya sms.”

Aduh.. kenapa aku memberi harapan ?? Pikirnya.

Ah, biarlah, emang kupikirin, ucapnya dalam hati. Rasa-rasanya sudah tidak waktunya bersurat-suratan, ber sms-smsan atau berinbox-inboxan.. semua sudah pernah dilaluinya.. dulu dan dulu.. Dalam benaknya ada kehawatiran bila dia terus merespon orang-orang yang tak dikenalnya secara pribadi..Maka dia pun mengurungkan untuk menghubungi lelaki iru. Juga tidak membalas pesan-pesan yang masuk melalui inbox.

***

Bagaimana tidak terganggu, inbox dari lelaki itu begitu gencar,, hampir tiap hari ada inbox masuk..

“Ada yang nunggu sms lho! tapi sabar kok.”

“ Maaf kalau permintaan saya berlebihan.. “

“You didn't sent me a short massage, and now you aren't reply my inbox too...hiks..huaaa”

“Mbak saya berlebihan ya? Kok pesen gak dibales beberapa kali? Thanks.”

“Mbak, baik2 saja kan ? “

“Eh, maaf kayaknya saya yang bermasalah, kirim pesan gak dibales kok nekat...hehe..good night!!”

Dan masih banyak dan banyak lagi yang tak mungkin terekam satu persatu.... yang pada akhirnya membuat perempuan itu menyerah untuk menanggapinya lagi pesan-pesan lelaki itu di inbox-nya.. Yah.. untuk berteman apa salahnya.. mungkin ada manfaatnya juga. Dia pun pernah menulis “mudah2an pertemanan kita membawa berkah”…

Begitulah, hari-hariya dirasakan begitu berubah. Lebih semangat karena ada seseorang yang memperhatikan dirinya. Namun dirinya tetap jaim, alias jaga imej, meski sebetulnya suka juga dengan membaca pesan-pesannya. Pesan-pesan itu membuatnya bisa tersenyum. Pesan-pesan di inbox pun kadang dijawab kadang tidak. Sesuka hatinya. Karena dia takut berketergantungan. Maka dia pun tak memberikan nomor ponsel pada lelaki itu. Dari gencarnya nulis pesan di inbox, dia sudah berfikir bahwa lelaki itu akan mengganggu aktifitasnya. Setidaknya sms bisa diterima kapanpun dan terbaca kapanpun..

Hujan sepanjang siang dan malam hari itu membuat udara begitu dingin. Ditutupnya tirai jendela yang tersingkap oleh angina malam. Di langit tampak redup rembulan tertutup awan….


Bersambung.......

Minggu, 01 Mei 2011

Izinkan aku mencintaimu dengan caraku...


Bagian I

“Yank…, kembali aku termenung…

sebuah peristiwa baru saja terjadi.

Seorang buruh bangunan wanita terjatuh ketika bekerja

Dia tidak sehebat kau mungkin, dalam pandangan manusia..

Bagiku kalian, kau dan dia, sama-sama pahlawan yang hebat..

Tak ada alasan untuk tidak bersyukur terhadap apa yang kita punya..

Salam cinta dari terik panas kota..

Aku. Kekasihmu..”


Sebuah pesan singkat yang diterima beberapa minggu lalu tepat jam 13:02:37 kembali dibacanya.. Dan perempuan itupun tercenung. Hanya satu pesan itu yang tersisa di ponselnya. Sebab lelaki itu tak pernah lagi mengirim pesan. Keputusan untuk berpisah diantara keduaya sudah final. Meski hati kecil mereka mengakui, masih ada cinta di antara mereka. Namun cinta memang terlalu sulit untuk diterjemahkan. Baginya cinta tak pernah salah.

Dan waktupun serasa begitu panjang. Menerawang saat-saat mereka saling mengenal.Lewat fesbuk mereka berkenalan, lalu saling komen status. Semuanya biasa saja. Taka ada yang istimewa. Begitu perhatiannya lelaki itu memberi komentar di setiap statusnya. Tapi dia sendiri jarang berkomenar di status lelaki itu. Paling-paling memberi tanda jempol “like”. Itu saja. Karena baginya fesbuk hanyalah pengisi kekosongan hari-harinya diantara kesibukan kerjanya. Lewat fesbuk dia bisa ketemu dengan teman-temannya, masa lalunya, yang benar-benar dikenalnya. Sedang lelaki itu ?? Dia tidak mengenalnya, dia konfirmasi pertemanan karena terdapat mutual friend dengan sahabatnya.

Lalu semuanya menjadi berubah, ketika komunikasi berlanjut ke inbox.

“Sedang istirahat, bu” tulis lelaki itu pada suatu hari.

“Ya” jawabnya .

“Hehe..” tulis lelaki itu lagi.

“Hmm kok tertawa ? Ada yang lucu ?

“Gak lucu sich, jawabnya tegas. Ekonomis..met istirahat mbak.”.

***

Paginya seperti biasa ia harus bekerja . Hari itu harus dinas ke luar kota. Dan untuk menghilangkan rasa sepinya sekali lagi dibukanya ponsel. Diliriknya fesbuk. Ditulisnya peristiwa sepanjang perjalanan. Hingga waktu tak membunuhnya sia-sia. Semua berjalan seperti biasa. Seperti hari-harinya. Sampai tiba-tiba saat dia menikmati perjalan pulang ada inbox masuk , ah lagi-lagi dari lelaki itu:

“Belum sampai rumah, mbak ? Duh Capeknya…”

Hatinya membatin, oh, pasti dia baca status fesbukku kalau hari ini aku ada di luar kota. Maka dengan agak terlambat dan sedikit malas dijawabnya juga:

“Belum, baru mau masuk Salatiga. Capek banget”.

“ Masih satu jam lebih dong, Anda juga sich, tiap hari muter-muter..tapi moga-moga sehat terus”.

“Tuntutan kerjaan..” jawabnya

“Iya deh. Moga-moga juga jadi ibadah...Ini nomorku mbak 08567891011, kalau sampe rumah sms ya? Thanks.”

“Tksh. Mudah-mudahan saya gak lupa ya? “ tulisnya.

Maka dia pun memejamkan mata karena tubuh terasa begitu lelah, tak terasa sudah sampai rumah. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada supir setianya..lalu masuk rumah...

Sampai di kamar dia ingat akan pesan lelaki itu untuk menghubunginya.. maka dia buka inbox dan ditulisnya pesan ada lelaki itu:

“Alhamdulillah Nyampe rmh jam 23.00 maaf blm bs sms krn no blm sy save.. Met malam n tx 4 all.”.

Hari yang melelahkan pun ditutup dengan tidur nyenyak….


Bersambung......