Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2012

Agenda Harian di Bulan Ramadhan...


Ramadhan kembali hadir di tengah-tengah kita. Bulan yang dirindukan oleh semua umat Islam. Bulan penuh berkah dan ampunan. Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebagaimana perintah Allah swt, diikuti peningkatan ibadah maupun amalan-amalan wajib dan sunah menjadi aktifitas selama Ramadhan, agar senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir..

Berikut rangkaian aktifitas yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan....

1. Agenda sepertiga malam terakhit

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,
b. Menunaikan shalat witir
c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda setelah terbit fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda     :رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:    وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:     الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas : Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78)

Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


3. Agenda pagi hari.

a.  Menunaikan shalat Dluha walau hanya dua rakaat

    Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)


b, Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)
 

c. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .


5. Agenda siang hari

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki
b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).


5. Agenda sore hari

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:   وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas: Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

6. Agenda petang hari menjelang Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran
b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media
c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:   الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

7. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib
b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)
c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat
d. Membaca dzikir sore
e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

8. Agenda malam hari

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid
b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat
c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim
d. Menunaikan sahalat tarawih.
e. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid.
f. Dakwah melalui media atau lainnya.
g. Melakukan mudzakarah.
h. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas
Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:
- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali
- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali
- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang diuraikan dan dijelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang disampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah


Dihimpun dari berbagai sumber....

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu... dalam pandangan Islam

Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.

أَخْبَرَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَقَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kita juga sangat akrab dengan hadits yang menyebutkan beberapa dosa besar dimana salah satunya ialah durhaka kepada kedua orangtua, yaitu ayah dan ibu. Di antaranya disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَنْ الْكَبَائِرِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِوَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

Dari Anas ia berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ditanya mengenai dosa-dosa besar, maka beliau bersabda: “Mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang-tua, membunuh jiwa dan kesaksian palsu.” (HR. Bukhari)

Bahkan di dalam hadits lainnya disebutkan bahwa kedua orang-tua merupakan faktor yang sangat besar mempengaruhi apakah seseorang bakal menuju ke surga ataukah ke neraka. Artinya, perilaku baik seseorang kepada kedua orang-tuanya bakal memperbesar kemungkinannya berakhir di dalam rahmat Allah dan surga-Nya. Sedangkan kedurhakaannya kepada kedua orang-tua bakal memperbesar kemungkinan hidupnya berakhir di dalam murka Allah dan neraka-Nya.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِمَا حَقُّ الْوَالِدَيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا قَالَ هُمَا جَنَّتُكَ وَنَارُكَ

Dari Abi Umamah ia berkata: “Ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang-tua atas anak mereka?” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Keduanya (merupakan) surgamu dan nerakamu.” (HR. Ibnu Majah)

Hal ini sejalan dengan hadits berikut ini: Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR. Tirmidzi)

Namun yang menarik ialah ditemukannya hadits yang secara khusus mengungkapkan haramnya durhaka kepada sang ibu. Sedangkan hal ini tidak kita temukan dalam kaitan dengan larangan berlaku durhaka kepada sang ayah. Sudah barang tentu ini tidak berarti bahwa berlaku durhaka kepada fihak ayah dibenarkan. Yang jelas dengan adanya larangan khusus berlaku durhaka kepada fihak ibu cuma menunjukkan betapa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi martabat kaum ibu.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ

Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Allah melarang kalian durhaka kepada ibu kalian.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain kita juga dapati bagaimana Islam menyuruh menghormati ibu sekalipun ia bukan orang beriman seperti hadits yang diriwayatkan oleh Asma puteri sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq berikut ini:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْقَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقُلْتُ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

Asma binti Abu Bakar berkata: “Telah datang kepadaku ibuku dan dia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Maka aku datang kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam meminta fatwa beliau. Aku bertanya kepada beliau: ”Telah datang kepadaku ibuku sedangkan ia punya suatu keperluan. Apakah aku penuhi permintaan ibuku itu?” Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Iya, penuhilah permintaan ibumu itu.” (HR. Bukhari)

Mengapa kaum ibu sedemikian diutamakan? Karena mereka adalah fihak yang sejak masih mengandung anak saja sudah merasakan beban memikul tanggung-jawab membesarkan anak-anaknya. Mereka adalah pendamping, penyayang, pengasuh dan pengajar pertama dan utama bagi seorang anak. Ibu adalah fihak yang paling banyak direpotkan oleh anak semenjak mereka masih kecil. Begitu lahir anak menuntut air susu ibunya. Keinginan minum ASI seringkali tidak pandang waktu. Bisa jadi seorang ibu di tengah malam ”terpaksa” bangun mengorbankan waktu istirahatnya demi menyusui buah hatinya.

Seorang ibu juga direpotkan ketika anaknya ngompol dan buang air besar. Ibulah yang biasanya harus mencebok dan membersihkan anaknya. Semakin ikhlas seorang ibu mengerjakan semua aktifitas tadi maka semakin melekatlah si anak kepada dirinya. Di balik segala kerepotan tadi sesungguhnya terjalinlah ikatan hati yang semakin kokoh antara ibu dan anak. Itulah sebabnya ketika seseorang sudah dewasa sekalipun, tatkala dalam kesepian tidak jarang rasa rindu akan belaian tangan ibunya yang penuh kasih sayang terkenang kembali.

Dalam pepatah Arab ada ungkapan berbunyi Al-Ummu madrasah (ibu adalah sekolah). Benar, saudaraku. Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana al-ghazwu al-fikri (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal...! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.

Di masa kita dewasa ini saat mana faham ateisme, materialisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme begitu dominan mewarnai kehidupan masyarakat dunia, maka kehadiran seorang ibu sendirian mendampingi anak-anaknya kadang dirasa kurang memadai. Sehingga kerjasama antara ayah-mukmin dan ibu-mukminah sangat diperlukan. Dalam dunia modern anak-anak kita sangat perlu pengarahan yang sangat kokoh dan kompak dari kedua orang-tuanya sekaligus untuk meng-counter serangan musuh-musuh Islam yang pengaruh buruknya semakin hari semakin hegemonik.

Betapapun, seorang ayah tidak mungkin diharapkan untuk terus-menerus berada di rumah karena tuntutan mencari ma’isyah (penghasilan) bagi anak-isterinya. Oleh karenanya kehadiran dan keaktifan peran seorang ibu di rumah mendampingi anak-anaknya menjadi sangat strategis. Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyetarakan hadir dan aktifnya seorang ibu mendampingi anak-anaknya di rumah dengan aktifitas jihad fi sabilillah yang dilakukan oleh kaum pria di medan perang menghadapi musuh-musuh Allah.

عن أنس، رضي الله عنه، قال: جئن النساء إلى رسول اللهصلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله، ذهب الرجالبالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك بهعمل المجاهدين في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:"من قعد -أو كلمة نحوها -منكن في بيتها فإنها تدركعمل المجاهدينفي سبيل الله".

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Kaum wanita datang menghadap Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bertanya: “Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan jihad di jalan Allah. Adakah perbuatan bagi kami yang dapat menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah?” Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Barangsiapa di antara kalian berdiam diri di rumahnya maka sesungguhnya ia telah menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah.” (HR. Al-Bazzar)

Wahai kaum ibu, ikhlaslah dan sabarlah menjaga pos jihad kalian. Didiklah generasi masa depan calon-calon mujahidin dan mujahidat fii sabilillah harapan ummat....!

Sumber : http://www.eramuslim.com/


Jumat, 04 November 2011

Puasa Arafah......



Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”
(HR. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.”
(Lathoif Al Ma’arif, 482)

Mengenai keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah di antara jalan untuk mendapatkan pengampunan di hari Arafah. Hanya sehari puasa, bisa mendapatkan pengampunan dosa untuk dua tahun. Luar biasa fadhilahnya ...

Hari Arafah pun merupakan waktu mustajabnya do’a sebagaimana disebutkan dalam hadits,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ
قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.”
(HR. Tirmidzi, hasan)

Insya Allah hari Arafah di tahun ini akan jatuh pada tanggal 5 November 2011. Semoga kita termasuk orang yang dimudahkan oleh Allah untuk melakukan puasa tersebut dan meraih keutamaan di dalamnya.

Hanya Allah yang memberi taufik.

@ Ummul Hamam, Riyadh-KSA
3 Dzulhijjah 1432 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.remajaislam.com

Rabu, 02 November 2011

DOA ANAK MANUSIA


Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan MASALAH-MASALAHKU.
Tuhan 'menjawab': TIDAK. Itu bukan untuk KU-singkirkan, tetapi agar kau MENGALAHKANNYA.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan KECACATANKU.
Tuhan menjawab: TIDAK. Jiwa adalah SEMPURNA, badan hanyalah SEMENTARA.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku KESABARAN.
Tuhan menjawab: TIDAK. Kesabaran adalah HASIL DARI KESULITAN; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku BERKAT.
Tuhan menjawab: TIDAK. Aku memberimu RASA SYUKUR. Agar hidupmu tak pernah kekurangan.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan PENDERITAAN.
Tuhan menjawab: TIDAK. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi & membawamu mendekat padaKU.

Aku meminta kepada Tuhan untuk MENUMBUHKAN IMANKU.
Tuhan menjawab: TIDAK. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi AKU akan memangkas untuk membuatmu berbuah lebih cepat.

Aku meminta kepada Tuhan SEGALA HAL sehingga aku dapat MENIKMATI HIDUP.
Tuhan menjawab: TIDAK. Aku akan MEMBERIMU HIDUP, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain seperti IA mengasihiku.
Tuhan menjawab: "Aaahhh, akhirnya kau mengerti juga."

Bagi dunia kau mungkin hanya seseorang, tetapi bagi seseorang kau mungkin dunianya. Karena itu, belajarlah mengasihi mereka. Luar Biasa!!!


Sumber :
http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4382/Doa_Anak_Manusia/



Minggu, 30 Oktober 2011

Mutiara Kata Hari ini....

Hidup ini bukan tentang menjadi pemenang atau pecundang, namun tentang menjadi dirimu sendiri dan berikan yg terbaik.

Hanya karena semua orang tak sependapat denganmu, bukan berarti kamu salah. Kadang mereka tak bisa terima kenyataan kamu benar.

Cinta sejati itu kekuatan antara dua hati. Mata dan pikiran tak pernah bisa menyadari datangnya cinta sejati, hanya hati yg bisa!

Dari kehilangan kita belajar ikhlas, dari kebahagiaan kita belajar bersyukur.

Jangan pernah mengeluhkan masalah, Tuhan mengirimnya agar kamu bisa belajar sesuatu yg baik atau meninggalkan sesuatu yg buruk.

Jika Tuhan belum menjawab doamu, bersabarlah. Jangan biarkan seorangpun membuatmu mengeluh hingga kamu lupa Tuhan itu ada

Apapun yang kita impikan akan terwujud jika kita yakin bahwa kita bisa. Keraguan hanya akan menghancurkan impian.

Doaku hari ini: Tuhan, mudahkan aku dalam menghadapi putusan takdir MU. Kuatkan hati lemah ini dalam menghadapi putusan MU.

Tuhan tidak memberikan semua yang kamu inginkan, tapi Ia selalu memberikan apa yang kamu butuhkan.

Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu, maka Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu.

Setiap masalah ada jalan keluarnya. Kamu mungkin tak melihatnya, namun Tuhan tahu jalan keluarnya. Yakin dan percayalah padaNya.

Ketika seseorang yg sangat berarti pergi, jangan terus bersedih. Kamu akan kehilangan dirimu dan lupa bahwa kamu jg sangat berarti.

- Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Rasa takut membuatmu lebih berani. Patah hati membuatmu lebih bijaksana. Ambil hikmahnya!

Jarak tak akan pernah jadi sebuah masalah jika dua hati yang saling setia satu sama lain.

Sahabat slalu ada untukmu, ketika kamu punya masalah. Bahkan terkadang memberi saran yg bodoh hanya tuk lihat kamu tertawa.

Kita terlalu sering mengharapkan keajaiban dalam hidup kita tanpa menyadari begitu banyak keajaiban disekeliling kita.

Dalam hidup ini, ada hal-hal yang tak ingin kamu lanjutkan, namun kamu terlalu takut untuk mengakhirinya.

Jangan terlalu mengharapkan sesuatu dari seseorang, karena terkadang dia yg sangat mencintaimu adalah dia yg paling menyakitimu.

Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan, terkadang karena kita tertawa bahagia bersama sahabat terbaik kita.

Salah satu hal yg paling membingungkan ketika jatuh cinta adalah tak tahu harus memilih untuk menunggu atau menyerah.

Dalam hidup ini, setiap masalah adalah pelajaran yg berharga. Setiap cobaan yg datang adalah proses pendewasaan diri.

Kamu mampu mengalahkan semua rasa takut jika pikiranmu mau mewujudkannya. Rasa takut tak pernah ada kecuali dipikiran.

Terkadang kamu harus menyadari bahwa ada orang tertentu yg bisa tinggal dalam hatimu, namun tidak dalam kehidupanmu.

Melupakan seseorang yg telah memberimu banyak hal tuk diingat adalah hal yg sangat sulit. Tapi jika itu yg terbaik, lepaskanlah.

Terkadang seseorang yg dengan mudah mampu masuk ke dalam hidupmu, dengan mudah pula pergi dari hidupmu. Bijaksanalah!

Hanya karena ia tidak mencintaimu dengan cara yang kamu inginkan, bukan berarti ia tidak mencintaimu dengan semua yang ia miliki.

Terkadang  persahabatan itu menjengkelkan dan melelahkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang lebih.

Perbanyak teman, bertemanlah dengan siapapun, tapi jangan pernah membandingkan salah satu temanmu dengan temanmu yang lain.

Masa lalu adalah tempat yg bagus tuk disinggahi, tapi bukan tempat yg tepat tuk ditempati. Tak baik tuk trus dikenang.

Cinta tidak hanya memerlukan pengorbanan, tapi juga memerlukan ketulusan, karena cinta tak bisa dipaksakan.

Cinta dan kasih sayang yg tulus tidak perlu dibuktikan dengan banyaknya kata-kata, tapi akan terlihat dengan satu sikap, kesetiaan.

Jangan pernah berjanji kamu tak akan saling mengecewakan, namun berjanjilah kamu akan tetap bersama meski dikecewakan.

Tak semua kenangan buruk itu menyakitkan, terkadang kenangan indah juga mampu lebih menyakitkan.

Tidak ada yang mustahil bersama Tuhan, pasti bisa.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Ungkapan Idul Fitri......


Takbir bergema menggetarkan jiwa,

Sekiranya ada salah dan dosa,

Ampun dipinta dihari mulia.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Taqabbalallahu minna wa minka


Andai jemari tak sempat berjabat,

Jika raga tak bisa bersua,

Untuk kata membekas luka,

Semoga pintu maaf masih terbuka.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Taqabbalallahu minna wa minka


Menyambung kasih, merajut cinta,

beralas ikhlas, beratap doa.

Semasa hidup bersimbah khilaf,

berharap diri dibasuh maaf.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Mata bisa salah lihat

Kuping bisa salah dengar

Mulut bisa salah bicara

Hati bisa salah sangka

Di hari yang fitri ini

Mohon maaf lahir dan bathin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Kata telah terucap,

tangan telah tergerak,

prasangka telah terungkap,

Tiada kata, kecuali “saling maaf”

jalin ukhuwah & kasih sayang

raih indahnya kemenangan hakiki,

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Taqabbalallahu minna wa minka


Ijinkan saya bersajak.

Untuk lisan yang tak terjaga.

Untuk janji yang terabaikan.

Untuk hati yang berprasaangka.

Untuk sikap yang menyakitkan.

Di hari yang fitri ini,

dengan tulus hati saya mengucapkan

mohon maaf lahir dan bathin.

Semoga Allah selalu membimbing kita bersama di jalanNya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


11 bulan banyak kata sudah di ucapkan

dan dilontarkan tak semua menyejukan.

11 bulan banyak prilaku yang sudah dibuat

dan diciptakan tak semua menyenangkan.

11 bulan banyak keluhan, kebencian, kebohongan

menjadi bagian dari diri.

Mari kita memaafkan, mohon maaf lahir dan batin

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


terkadang cinta, membuat orang berubah total.

terkadang cinta juga membuat orang jadi sakit hati.

mungkin terucap kata2 maniz. terkadang berujung pedih.

maaf hatiku bila hatimu tersinggung dari kata2 ku.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Tiada kemenangan tanpa zikrullah

Tiada amal tanpa keikhlasan

Tiada ampunan tanpa maaf dari sesame

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Matahari ramadhan beranjak pergi

Berganti fajar syawal di pagi hari

Membawa cahaya kedamaian

Menebar berkah di hari kemenangan

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Harta paling berharga adalah sabar

Teman paling setia adalah amal

Ibadah paling indah adalah ikhlas

Identitas paling tinggi adalah iman

Pekerjaan paling berat adalah memafkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Apabila ada langkah membekas lara

Apabila ada kata yang merangkai dusta

Apabila ada tingkah yang menorah luka

Kini saatnya kumohon bukakan pintu maaf

Lahir dan batin…

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Mata kadang salah melihat..

Mulut kadang salah berucap..

Hati kadang salah menduga…

Kaki kadang salah melangkah...

Tangan kadang salah berbuat…

Telinga kadang salah mendengar…

Terlalu banyak salah kulakukan..

Ijinkan bukakan pintu maafmu

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Bila ada janji tak setepat waktu sholat tiba

Bila ada serangkai kata dusta

Bila ada prasangka tak seindah serangkaian do’a

Bila aku teman,sahabat atau keluarga

yang tak sebaik suara adzan bergema

Bila ada kata lara yang masi membekas dihati

Bila hati tak sebening emun pagi

Bila wajah tak secerah mentari

Bila ada tingkah laku tak sebaik bacaan qur’an

Bersikan jiwa sucikan hati di hari yang fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Ramadhan kan kembali berlalu,

meninggalkan kisah syahdu

Betapa masa kan tersia jika hati masih terbalut noda.

Mohon maaf atas segala salah

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Malam ini takbir sudah dikumandangkan.

Suara kemenangan diteriakkan,

dan nafas silaturahmi dhembuskan…

seiring mentari menampakkan senyumnya,

di hari yang fitiri ini kuucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Puasa Ramadhan bersihkan dosa kepada Tuhan,

terhadap sesama dengan saling memaafkan.

Mohon maaf lahir&batin atas yang disengaja/tidak disengaja.

Kembalikan diri ke fitrah seperti bayi yang baru lahir.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Sains membawa kemajuan materi,

agama membawa pencerahan hati.

SELAMAT IDUL FITRI,

mohon maaf bila pernah menyakiti.

Taqabbalallahu minna wa minka


Untuk semua tuturku, tindakanku, pikirku,

dan segala hal yang membuat luka dalam ingatanmu,

izinkan dengan tulus dan sepenuh hati

aku meminta maaf kepadamu.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Lebaran makan ketupat, ketupat dipotong jadi empat.

Bertemu kita tak sempat, kata maaf ku kirim cepat.

Minal Aidin wal Faidzin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu minna wa minka


Khilaf adalah bagian dari perjalanan hidup manusia

tapi maaf adalah kata terindah yang terucap dengan ikhlas.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqaballahu mina wa minka


Seiring gema takbir berkumandang

dan embun pagi 1 Syawal…bla..bla…bla...bla..,

alah…kelamaan!

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Taqabbalallahu mina wa minka