Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Catatan dari Gelar Seni Budaya Kab. Karanganyar 2011


Untuk pertama kalinya setelah dibentuk Dewan Kesenian Kabupaten Karanganyar, Pemerintah Daerah bekerja sama dengan Dewan Kesenian menyelenggarakan kegiatan bareng dalam bentuk Gelar Seni Budaya. Momentum ini bertepatan juga dengan menyongsong dan memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Peserta Lomba Tari

Kegiatan yang berlangsung tanggal 27 dan 29 Juli 2011 meliputi :
Lomba Tari Kencar-Kencar bagi pelajar Sekolah Dasar mewakili Kecamatan;
Lomba Melukis bagi pelajar/siswa SMP;
Lomba Membaca Geguritan (Puisi Bahasa Jawa) bagi pelajar/siswa SMP dan SMA/SMK;
Lomba Macapat bagi warga masyarakat perorangan antar Kecamatan;
Lomba Karawitan bagi warga masyarakat kelompok/grup antar Kecamatan;
Pementasan Wayang Kulit semalam suntuk dengan 3 Dalang.

Setelah melalui penilaian oleh masing-masing Dewan Juri, diperoleh Hasil sebagai berikut :

Lomba Tari Kencar-Kencar

Juara I : Kecamatan Jaen
Juara II : Kecamatan Karangpandan
Juara III : Kecamatan Colomadu
Juara Harapan I : Kecamatan Tasikmadu
Juara Harapan II : Kecamatan Jumapolo
Juara Harapan III : Kecamatan Kerjo

Lomba Melukis :














Juara Lomba Melukis :


Juara I : Nur Azis Setyawan
SMP N 1 Karangpandan



Juara II : Sentia Dian Pramesti
SMP N 1 Ngargoyoso





Juara III : Aruming Parasedya
SMP N 3 Karanganyar;






Harapan I : Agastya Adi Pradipta
SMP N 3 Karanganyar




Harapan II : Bangun Jiwangga
SMP N 1 Kerjo




Harapan III: Fandy Khoirul Ahmad
SMP N2 Jaten




Lomba Geguritan :

Tingkat SMP












Juara I : Wahyu Lestari - SMP N 1 Ngargoyoso
Juara II : Mutiara Salendra - SMPMP N 1 J N 1 Tasikmadu
Juara III : Friwi Ajiyastuti - Jaten

Tingkat SMA/SMK:















Juara I: Nofita Sriwijayanti - SMK N 1 Karanganyar
Juara II: Agus Nur Rohmat - SMA N 1 Karanganyar
Juara III: Verra Murtiastuti - SMA N 1 Kerjo


Lomba Macapat :















Pemenang Putra :

Juara I : Tulus - Kecamatan Jatipuro
Juara II : Ngadiman - Kecamatan Jatiyoso
Juara III : S.Wiryo Sukarno - Kec. Ngargoyoso

Pemenang Putri :

Juara I : Sumiyati, S.Pd. - Kecamatan Kebakkramat
Juara II : Partini - Kecamatan Kerjo
Juara III : Y. Subekti - Kecamatan Karangpandan



----------ooOOO----------



Senin, 31 Januari 2011

Catatan dari Lomba Desain Motif Lurik Batik Kencar-Kencar Kabupaten Karanganyar tahun 2011



Seni merupakan kegiatan kreatif imajinasi manusia untuk menerangkan, memahami, dan menikmati kehidupan. Seni memiliki fungsi sebagai norma perilaku yang teratur, meneruskan adat kebiasaan dan nilai-nilai budaya. Dalam adat berpakaian, seperti dalam penggunaan kain lurik dan batik, terdapat nilai budaya yang akan disampaikan untuk diteruskan kepada generasi selanjutnya karena pakaian yang digunakan menunjukkan identitas dari suatu suku bangsa. Dalam hal ini pakaian bukanlah semata-mata sebagai suatu benda materi yang hanya dipakai tanpa memiliki arti apapun. Kain lurik dan batik misalnya, merupakan suatu simbol karena ia memiliki makna. Kain tenun lurik dan batik merupakan warisan budaya, bahkan khusus untuk batik sudah diakui UNESCO sebagai satu warisan budaya bukan benda warisan manusia, yang harus di lestarikan dan terus dikembangkan, ini menjadi tugas masyarakat untuk selalu berkreatifitas demi menciptakan motif lurik dan batik yang dinamis seiring dengan perkembangan jaman.

Saat ini lurik dan batik sudah sangat memasyarakat, bahkan Instansi Pemerintah sudah mewajibkan kain lurik dan batik sebagai salah satu pakaian dinas harian (PDH) setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Hal ini yang menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan Lomba Desain Motif Lurik Batik (Lutik) Kencar-Kencar, yang kelak akan menjadi motif khas Kabupaten Karanganyar.

Disisi lain, lomba ini diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat Kabupaten Karanganyar dan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan industri lurik batik (lutik) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Tidak seperti Lomba desain pada umumnya, lomba ini bersifat tertutup, hanya diperuntukkan bagi warga masyarakat Kabupaten Karanganyar. Namun ternyata peminatnya pun cukup banyak. Pendaftaran yang dibuka tanggal 3 sampai dengan 15 Januari 2011, berhasil merekrut 50 peserta. Dan sebanyak 48 peserta berhak mengikuti lomba yang diselenggarakan secara terbuka di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pada tanggal 27 Januari 2011.


Dengan waktu maksimal 4 jam, peserta diminta menuangkan ide kreatifitasnya sesuai tema yang ditentukan oleh Panitia, yaitu budaya local Kabupaten Karanganyar, meliputi flora, fauna, kekayaan alam, kekayaan budaya, adat istiadat, dll..Tak pelak lagi, hasilnya pun luar biasa… ternyata imajinasi seni seseorang tidak ada yang sama, 48 karya desain semuanya tampak bagus..

Meskipun demikian, karena tujuan lomba juga mendapatkan 5 (lima) desain lurik batik terbaik, maka Dewan Juri dibawah pimpinan Bupati Karanganyar ibu Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, MHum.pada tanggal 31 Januari 2011 berhasil menyeleksinya dan menetapkannya sebagai Juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II.

Juara I, no. undi 026, atas nama Hartono, SMA Negeri 1 Karanganyar

Juara II, no.undi 040, atas nama Muhammad Qomar, Sroyo Jaten Karanganyar;

Juara III, no.undi 031, atas nama Adi Nurtantyo, SMP Negeri 2 Jatipuro;

Juara Harapan I, no. undi 015, atas nama Rayma Risha Shelli Intan Dara Puspita, SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar;

Juara Harapan II, no.undi 012 atas nama Yuda Ibnu Agusta, SMA Negeri 2 Karanganyar.

Terlepas dari puas dan tidak puas dari peserta maupun masyarakat umum lainnya, patut disyukuri, setidaknya Kabupaten Karanganyar telah berhasil mengawali pencarian bakat desainer muda serta hasil desain yang yang nantinya bisa digunakan sebagai ciri khas Kabupaten Karanganyar.

Selamat. Semoga upaya maju tidak berhenti sampai di sini.

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.

Catatan dari LOMBA DESAIN MOTIF LURIK BATIK KENCAR-KENCAR KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2011


Seni memiliki fungsi sebagai norma perilaku yang teratur, meneruskan Seni merupakan kegiatan kreatif imajinasi manusia untuk menerangkan, memahami, dan menikmati adat kebiasaan dan nilai-nilai budaya. Dalam adat berpakaian, seperti dalam penggunaan kain lurik dan batik, terdapat nilai budaya yang akan disampaikan untuk diteruskan kepada generasi selanjutnya karena pakaian yang digunakan menunjukkan identitas dari suatu suku bangsa. Dalam hal ini pakaian bukanlah semata-mata sebagai suatu benda materi yang hanya dipakai tanpa memiliki arti apapun. Kain lurik dan batik misalnya, merupakan suatu simbol karena ia memiliki makna. Kain tenun lurik dan batik merupakan warisan budaya, bahkan khusus untuk batik sudah diakui UNESCO sebagai satu warisan budaya bukan benda warisan manusia, yang harus di lestarikan dan terus dikembangkan, ini menjadi tugas masyarakat untuk selalu berkreatifitas demi menciptakan motif lurik dan batik yang dinamis seiring dengan perkembangan jaman.

Saat ini lurik dan batik sudah sangat memasyarakat, bahkan Instansi Pemerintah sudah mewajibkan kain lurik dan batik sebagai salah satu pakaian dinas harian (PDH) setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Hal ini yang menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan Lomba Desain Motif Lurik Batik (Lutik) Kencar-Kencar, yang kelak akan menjadi motif khas Kabupaten Karanganyar.

Disisi lain, lomba ini diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat Kabupaten Karanganyar dan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan industri lurik batik (lutik) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Tidak seperti Lomba desain pada umumnya, lomba ini bersifat tertutup, hanya diperuntukkan bagi warga masyarakat Kabupaten Karanganyar. Namun ternyata peminatnya pun cukup banyak. Pendaftaran yang dibuka tanggal 3 sampai dengan 15 Januari 2011, berhasil merekrut 50 peserta. Dan sebanyak 48 peserta berhak mengikuti lomba yang diselenggarakan secara terbuka di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pada tanggal 27 Januari 2011.

Dengan waktu maksimal 4 jam, peserta diminta menuangkan ide kreatifitasnya sesuai tema yang ditentukan oleh Panitia, yaitu budaya local Kabupaten Karanganyar, meliputi flora, fauna, kekayaan alam, kekayaan budaya, adat istiadat, dll..Tak pelak lagi, hasilnya pun luar biasa… ternyata imajinasi seni seseorang tidak ada yang sama, 48 karya desain semuanya tampak bagus..

Meskipun demikian, karena tujuan lomba juga mendapatkan 5 (lima) desain lurik batik terbaik, maka Dewan Juri dibawah pimpinan Bupati Karanganyar ibu Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, MHum.pada tanggal 31 Januari 2011 berhasil menyeleksinya dan menetapkannya sebagai Juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II.

Juara I, no. undi 026, atas nama Hartono, SMA Negeri 1 Karanganyar


Juara II, no.undi 040, atas nama Muhammad Qomar, Sroyo Jaten Karanganyar;

Juara III, no.undi 031, atas nama Adi Nurtantyo, SMP Negeri 2 Jatipuro;

Juara Harapan I, no. undi 015, atas nama Rayma Risha Shelli Intan Dara Puspita, SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar;

Juara Harapan II, no.undi 012 atas nama Yuda Ibnu Agusta, SMA Negeri 2 Karanganyar.

Terlepas dari puas dan tidak puas dari peserta maupun masyarakat umum lainnya, patut disyukuri, setidaknya Kabupaten Karanganyar telah berhasil mengawali pencarian bakat desainer muda serta hasil desain yang yang nantinya bisa digunakan sebagai ciri khas Kabupaten Karanganyar.

Selamat. Semoga upaya maju tidak berhenti sampai di sini.

Rabu, 29 Desember 2010

SRAWUNG SENI CANDI





Bulan Suro bagi sebagian masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah menjadikan sarana untuk introspeksi, sehingga pada bulan itu jarang ditemukan kegiatan yang bersifat kesenangan dan kegembiraan. Yang ada adalah ritual-ritual dan doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun seiring dengan berjalannya waktu kehidupan masyarakat sudah mulai berubah. Tanpa meninggalkan tradisi leluhur yang sudah mengakar di masyarakat, kegiatan ritual dikemas menjadi sebuah atraksi budaya.

Kabupaten Karanganyar yang terletak di lereng Gunung Lawu memiliki banyak upacara tradisi antara lain Mandasiya, Wahyu Kliyu, Jabaleka, Dhukutan, Mapag Surya Jawi, Pasar Kumandang, dan sebagainya, yang kesemuanya itu dilakukan oleh warga masyarakat secara spontan dan turun temurun.

Di samping memiliki berbagai adat istiadat yang masih mengakar dan dilestarikan, Kabupaten Karanganyar juga memiliki beberapa peninggalan sejarah berupa Candi.

Candi, bukan sekedar tempat pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi pemeluknya , lebih dari iru adalah salah satu jejak sejarah peradaban dan budaya yang di dalamnya terdapat konteks kehidupan. Hingga sekarang Candi bisa berfungsi sebagai sumber kreatifitas dan sumber cipta seni lingkungan hidup.

Beberapa situs Candi di Kabupaten Karanganyar yang saat ini mulai dikenal di seantero dunia adalah Candi Sukuh dan Candi Cetho, yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Di kedua Candi tersebut terdapat relief-relief Dewa Ruci, Sudamala dan Garudeya, yang merupakan titik sambung dari masa abad ke 14 dan 15 menuju ke masa kekinian

Bepijak dari pentingnya melestarikan nilai-nilai tradisi dan budaya tersebut, maka segala inspirasi muncul guna mengenalkan seni tradisi dan budaya yang tak lekang oleh waktu bagi perkembangan seni budaya tanah air. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk “Srawung Seni Candi”

Srawung Seni Candi yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 ini diharapkan sebagai sarana untuk menyatukan keinginan para pecinta seni dan para pujangga untuk mengekplorasi dan mengekspresikan nilai-nilai budaya dan tradisi dengan kolaborasi modern. Sehingga Srawung Seni Candi ini diharapkan menjadikan perhelatan yang dapat mewujudkan rasa kebersamaan, gotong royong, bowo roso, ngudo roso, ngobrol percakapan-percakapan antara penonton, kritikus maupun penyaji. Kata Seni Candi diharapkan mampu mereguk inspirasi cerita-cerita relief, arsitektur alam dan masyarakat setempat.

Bersama Mbah Prapto

Perhelatan Srawung Seni Candi ini setiap tahunnya diselenggarakan oleh Padepokan Lemah Putih Gondangrejo Karanganyar, di bawah pimpinan Suprapto Suryodarmo, atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Prapto, bekerjasama dengan berbagai pihak, menjadikan sebuah entertainment yang menarik,sangat langka dan sayang untuk tidak disaksikan.

Untuk tahun 2010/2011 ini Perhelatan Seni Srawung Candi akan dimulai pada hari Jum’at 31 Desember 2010, jam 09.00 WIB berupa acara resmi Prosesi, Pembukaan dan dilanjutkan pementasan-pementasan Fragmen dan tari dari grup2/ sanggar seni maupun seniman perorangan, antara lain: Dewi Ruci (Surakarta), Miroto (Yogya), Theresa Burke (Irlandia), Andrew Carey (Inggris), Maya Cockbum (Irlandia), Annie Brook (Amerika Serikat), Melanie Munt (Belgia), Usha Mahenthiralingam (Inggris), Clare Ballard (Inggris) dan Seni Teku (Yogyakarta).

Prosesi

Di sela-sela pertunjukan, dilaksanakan pula Seminar/ Sambung rasa terbuka dengan pembicara: Ir. Catrini P. Kubontubuh, M.Arh.(Direktur Eksekutif Badan Pelestarian Pustaka Indonesia), Dwi Cahyono (Pengamat seni dan Penulis dari Jawa Timure), Henri Nurcahyo, Mugiyono Kasido, dan Sandra Reeve, Phd (Seniman dari Inggris)

Atraksi Seniman Perorangan

Sedangkan pada malam harinya, dimulai jam 19.00 WIB diadakan malam tirakatan yang akan diampu oleh Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) Solo, HPK Karanganyar dan Forum Boworoso Tosan Aji Sudjatmoko.

Atraksi Fragmen Grup Seni

Hari Sabtu 1 Januari 2011, kegiatan Srawung Seni Candi dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan prosesi dilanjutkan dengan pertunjukkan Seni Reyog Bayu Seto (Sukoharjo), Djarot B.Darsono (Surakarta), Hinaq Denga’an (Kutai), I Wayan Sadra (Surakarta), Saille Mawson (Skotlandia)Theresa O’Driscoll (Irlandia), Annie Brook (Amerika), Lynda Bransbury (Inggris) Leonie Northfield (Australia), Agung Rama Putra (Bali), Sandra Reeve (Inggris), Frances Mezzeti (Skotlandia), Britta Goeliner (Jerman) Laura O’Brien (Irlandia), Cempluk Lestari (Solo), Estefania Pifano (Venezuela), APPAKIA (Makassar) dan diakhiri dengan pertunjukan Kethoprak Ngampung dari Solo.

Atraksi Reyog dari Grup Masyarakat


Sumber: >> Padepokan Lemah Putih (www.lemahputih.com);

>> Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar;