Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita

Senin, 31 Januari 2011

Catatan dari Lomba Desain Motif Lurik Batik Kencar-Kencar Kabupaten Karanganyar tahun 2011



Seni merupakan kegiatan kreatif imajinasi manusia untuk menerangkan, memahami, dan menikmati kehidupan. Seni memiliki fungsi sebagai norma perilaku yang teratur, meneruskan adat kebiasaan dan nilai-nilai budaya. Dalam adat berpakaian, seperti dalam penggunaan kain lurik dan batik, terdapat nilai budaya yang akan disampaikan untuk diteruskan kepada generasi selanjutnya karena pakaian yang digunakan menunjukkan identitas dari suatu suku bangsa. Dalam hal ini pakaian bukanlah semata-mata sebagai suatu benda materi yang hanya dipakai tanpa memiliki arti apapun. Kain lurik dan batik misalnya, merupakan suatu simbol karena ia memiliki makna. Kain tenun lurik dan batik merupakan warisan budaya, bahkan khusus untuk batik sudah diakui UNESCO sebagai satu warisan budaya bukan benda warisan manusia, yang harus di lestarikan dan terus dikembangkan, ini menjadi tugas masyarakat untuk selalu berkreatifitas demi menciptakan motif lurik dan batik yang dinamis seiring dengan perkembangan jaman.

Saat ini lurik dan batik sudah sangat memasyarakat, bahkan Instansi Pemerintah sudah mewajibkan kain lurik dan batik sebagai salah satu pakaian dinas harian (PDH) setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Hal ini yang menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan Lomba Desain Motif Lurik Batik (Lutik) Kencar-Kencar, yang kelak akan menjadi motif khas Kabupaten Karanganyar.

Disisi lain, lomba ini diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat Kabupaten Karanganyar dan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan industri lurik batik (lutik) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Tidak seperti Lomba desain pada umumnya, lomba ini bersifat tertutup, hanya diperuntukkan bagi warga masyarakat Kabupaten Karanganyar. Namun ternyata peminatnya pun cukup banyak. Pendaftaran yang dibuka tanggal 3 sampai dengan 15 Januari 2011, berhasil merekrut 50 peserta. Dan sebanyak 48 peserta berhak mengikuti lomba yang diselenggarakan secara terbuka di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pada tanggal 27 Januari 2011.


Dengan waktu maksimal 4 jam, peserta diminta menuangkan ide kreatifitasnya sesuai tema yang ditentukan oleh Panitia, yaitu budaya local Kabupaten Karanganyar, meliputi flora, fauna, kekayaan alam, kekayaan budaya, adat istiadat, dll..Tak pelak lagi, hasilnya pun luar biasa… ternyata imajinasi seni seseorang tidak ada yang sama, 48 karya desain semuanya tampak bagus..

Meskipun demikian, karena tujuan lomba juga mendapatkan 5 (lima) desain lurik batik terbaik, maka Dewan Juri dibawah pimpinan Bupati Karanganyar ibu Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, MHum.pada tanggal 31 Januari 2011 berhasil menyeleksinya dan menetapkannya sebagai Juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II.

Juara I, no. undi 026, atas nama Hartono, SMA Negeri 1 Karanganyar

Juara II, no.undi 040, atas nama Muhammad Qomar, Sroyo Jaten Karanganyar;

Juara III, no.undi 031, atas nama Adi Nurtantyo, SMP Negeri 2 Jatipuro;

Juara Harapan I, no. undi 015, atas nama Rayma Risha Shelli Intan Dara Puspita, SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar;

Juara Harapan II, no.undi 012 atas nama Yuda Ibnu Agusta, SMA Negeri 2 Karanganyar.

Terlepas dari puas dan tidak puas dari peserta maupun masyarakat umum lainnya, patut disyukuri, setidaknya Kabupaten Karanganyar telah berhasil mengawali pencarian bakat desainer muda serta hasil desain yang yang nantinya bisa digunakan sebagai ciri khas Kabupaten Karanganyar.

Selamat. Semoga upaya maju tidak berhenti sampai di sini.

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.

Catatan dari LOMBA DESAIN MOTIF LURIK BATIK KENCAR-KENCAR KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2011


Seni memiliki fungsi sebagai norma perilaku yang teratur, meneruskan Seni merupakan kegiatan kreatif imajinasi manusia untuk menerangkan, memahami, dan menikmati adat kebiasaan dan nilai-nilai budaya. Dalam adat berpakaian, seperti dalam penggunaan kain lurik dan batik, terdapat nilai budaya yang akan disampaikan untuk diteruskan kepada generasi selanjutnya karena pakaian yang digunakan menunjukkan identitas dari suatu suku bangsa. Dalam hal ini pakaian bukanlah semata-mata sebagai suatu benda materi yang hanya dipakai tanpa memiliki arti apapun. Kain lurik dan batik misalnya, merupakan suatu simbol karena ia memiliki makna. Kain tenun lurik dan batik merupakan warisan budaya, bahkan khusus untuk batik sudah diakui UNESCO sebagai satu warisan budaya bukan benda warisan manusia, yang harus di lestarikan dan terus dikembangkan, ini menjadi tugas masyarakat untuk selalu berkreatifitas demi menciptakan motif lurik dan batik yang dinamis seiring dengan perkembangan jaman.

Saat ini lurik dan batik sudah sangat memasyarakat, bahkan Instansi Pemerintah sudah mewajibkan kain lurik dan batik sebagai salah satu pakaian dinas harian (PDH) setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Hal ini yang menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan Lomba Desain Motif Lurik Batik (Lutik) Kencar-Kencar, yang kelak akan menjadi motif khas Kabupaten Karanganyar.

Disisi lain, lomba ini diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat Kabupaten Karanganyar dan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan industri lurik batik (lutik) di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Tidak seperti Lomba desain pada umumnya, lomba ini bersifat tertutup, hanya diperuntukkan bagi warga masyarakat Kabupaten Karanganyar. Namun ternyata peminatnya pun cukup banyak. Pendaftaran yang dibuka tanggal 3 sampai dengan 15 Januari 2011, berhasil merekrut 50 peserta. Dan sebanyak 48 peserta berhak mengikuti lomba yang diselenggarakan secara terbuka di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pada tanggal 27 Januari 2011.

Dengan waktu maksimal 4 jam, peserta diminta menuangkan ide kreatifitasnya sesuai tema yang ditentukan oleh Panitia, yaitu budaya local Kabupaten Karanganyar, meliputi flora, fauna, kekayaan alam, kekayaan budaya, adat istiadat, dll..Tak pelak lagi, hasilnya pun luar biasa… ternyata imajinasi seni seseorang tidak ada yang sama, 48 karya desain semuanya tampak bagus..

Meskipun demikian, karena tujuan lomba juga mendapatkan 5 (lima) desain lurik batik terbaik, maka Dewan Juri dibawah pimpinan Bupati Karanganyar ibu Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, MHum.pada tanggal 31 Januari 2011 berhasil menyeleksinya dan menetapkannya sebagai Juara I, II, III, Harapan I dan Harapan II.

Juara I, no. undi 026, atas nama Hartono, SMA Negeri 1 Karanganyar


Juara II, no.undi 040, atas nama Muhammad Qomar, Sroyo Jaten Karanganyar;

Juara III, no.undi 031, atas nama Adi Nurtantyo, SMP Negeri 2 Jatipuro;

Juara Harapan I, no. undi 015, atas nama Rayma Risha Shelli Intan Dara Puspita, SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar;

Juara Harapan II, no.undi 012 atas nama Yuda Ibnu Agusta, SMA Negeri 2 Karanganyar.

Terlepas dari puas dan tidak puas dari peserta maupun masyarakat umum lainnya, patut disyukuri, setidaknya Kabupaten Karanganyar telah berhasil mengawali pencarian bakat desainer muda serta hasil desain yang yang nantinya bisa digunakan sebagai ciri khas Kabupaten Karanganyar.

Selamat. Semoga upaya maju tidak berhenti sampai di sini.

Senin, 10 Januari 2011

Apa yang bisa kulakukan

(untuk sahabat)


Apa yang bisa kulakukan

Waktu tak mungkin berbalik

Rodamu terus berputar menggelinding

Dalam jalanan yang terjal

Kerasnya kehidupan


Apa yang bisa kulakuan

Langit malam tetap kelam

Segera berganti fajar baru

Pagi yang cerah terasa hampa

Siang yang panas terasa menyengat

Jiwa-jiwa kosong dalam keputusasaan


Apa yang bisa kulakukan

Secuil doa kuucap terbang bersama asa

Masih pantaskah kata-kata manis itu untukmu ?

Sebab kutahu kau tak membutuhkan nya

Lalu aku merasa tak berguna


by: Ida Arrysandy

Badranasri, 10 Januari 2010. 23.34.

Kamis, 30 Desember 2010

Sebuah Illusi.....


Sebuah illusi

(catatan seorang kakak untuk gadis kecil)

Mengapa aku selalu meragu bila dirimu di dekatku

Ataukah mungkin kerdilnya jiwaku

Hingga tiada kata sekedar menyapa

Entah apa yang ada dalam benakku

Dirimu terlalu anggun untukku, begitukah ?

Bukan aku menghindar darimu

Kenyataan akan cintaku

Mungkinkah aku dapat mencintaimu

Sedang kau selalu berceritera dunia kecilmu

Yang indah di sela-sela senyuman

Ataukah aku yang begitu berharap dan mendamba

Itu cukup membuatku bahagia yang tiada nyata

Dan bila anganku datang menjelang

Di sana kau kisahkan dirimu yang merinduku

Dengan segala manjamu

Kugapai cintamu – walau penuh rintangan

Tapi bukan diriku milikmu

Karena kau milik semua

Di setiap sudut kota

Penuh dengan himbauan ceriteramu

Indahnya duniamu

Ketika aku rindu ceritamu

Kau kisahkan mimpimu

tentang aku

tentang dirimu

bercumbu

bercium

mesra

Adakah itu akan jadi nyata, katamu

Dan aku tertegun tanpa kata

Telah lama aku ingini dirimu

tapi cuma bayangan wajahmu

hadir dalam mimpi-mimpi indah tidurku

Percuma aku berlagu untukmu seorang

sedang dirimu tak mau dipuji

Bagaimanakah aku harus berdiri

memijak tanah cintamu

dan merangkai kata

yang patut kupersembahkan padamu

Dan kenapa hanya ilusi belaka yang datang

Bukan kau

Padahal kau tahu

aku hanyalah aku yang kalah dalam kata

Sampai di sebuah analogi deritamu yang lalu

Akh,

lalu buat apa selama ini aku menunggumu

Barangkali karna aku terlalu tua bagimu

begitukah ?

Kalau cuma itu kurasa tiada berat hatimu

Katakanlah,

kiranya dirimu butuh kasih sayangku

demikian kata hatiku

Dalam mimpiku kau pinta peluk ciumku

dengan segala sayangku

Tapi aku ingat kau begitu kecil

tidakkah kau sadar

Aku tak kuasa

dan aku percaya juga

membuat aku ingin mengharapkan

bahwa semua akan terjadi

bukan mimpi lagi

entah kapan

Sekali aku pernah membelai dagumu

engkau kaget - maafkan aku

dan kau diam seperti tak ada persoalan

itu cukup membuatku tahu

tentang dirimu

Kau begitu tahu akan apa yang ingin kulakukan

kau menghindar

Kini segalanya serasa ingin kukisahkan

untukmu gadis kecilku

Bahwa aku bukanlah sekedar berkhayal

Cintaku bukan sekedar ilusi

Aku mencintaimu gadis kecilku

Aku ingin membimbingmu ke jalanmu


*Batang, 28 Juni 1979*

By: Ida Arrysandy