Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita

Senin, 02 Juli 2012

Kata-kata bijak Umar bin Khattab...

Umar bin Khattab r.a adalah salah satu sahabat Rasulullah saw yang terkenal keberaniaan dan perjuangannya dalam mendakwahkan Islam. Kata-kata yang keluar dari bibir beliau menjadikan kata-kata hikmah dan bijak yang bisa kita teladani dan menjadikan pelajaran berharga hingga sekarang...
Berikut adalah beberapa kata-kata hikmah dan bijak tersebut....

Duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.

Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.

Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.

Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.

Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.

Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat.

Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya.

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.

Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut.

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang kerana mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau.


Minggu, 10 Juni 2012

Selamat malam sayangku...........


Selamat malam sayangku
Biarkan hatiku senang merasakan kita masih dekat
Tak perduli semua ini hanya sesaat
Maka tak ada yang perlu aku ragukan tentangmu

 
Selamat malam sayangku
Biarkan lagu-laguku menghapus air matamu
Kita masih punya rasa cinta satu sama lain
Tuk lewati jarak dan waktu yang membentang tak bertepi

Selamat malam sayangku
Biarkan puisiku membuatmu terhibur
Diantara bulan dan bintang yang bersinar terang
Menjadi saksi  cinta dan pengharapan kita malam ini

Selamat malam sayangku
Biarkan rinduku setia menggapai rindumu
Tersenyum mengiring perjalanan cinta kita
Meski harus menanti sendiri berselimut dingin dan sepi

10-06-2012: 0:30

pict idea: sottosopra69


Minggu, 27 Mei 2012

Yang terhempas dan kecewa,,,,




Aku tak akan protes karena cinta kita memang salah
Tapi luka hatiku begitu dalam akibat tusukan  belatimu
Tak ada alasan bagi kita untuk saling bertahan
Peperangan sudah dimulai sejak awal  tapi kita tak pernah peduli
Ketika kau datang begitu lugu dan menghiba
Merayu dan meminta cinta dengan memotong jemari tanganku
Dan aku buktikan cinta itu ..

Kini darah di sela jemariku masih mengalir jingga
Air mata pun mengering membentuk butiran kristal
Tangan kokoh yang  pernah kau tawarkan tuk menghapus kedukaan
Tak pernah sanggup menjangkau bayangan cinta kita yang semakin jauh
Dukamu ...??  Ah...sulit kupercaya kalau kau pun berduka
Canda riangmu  adalah sandiwara kesombongan
Bahwa kau telah memenangkan permainan ini...

25052012


                                                                       

Senin, 23 Januari 2012

GONG - XI - FA - CAI - 2563


Tahun Baru Imlek atau biasa disebut juga Tahun Baru Cina, merupakan salah satu perayaan terpenting bagi orang Tionghoa.
Perayaan tahun baru imlek biasanya dimulai di hari pertama bulan pertama pada penanggalan Tionghoa dan akan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas atau pada saat bulan purnama. Malam tahun baru imlek juga dikenal dengan Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Berdasarkan astrologi tradisional Tionghoa, pada 2012 adalah Tahun Baru Cina yang ke-2563. Setiap tahun, dalam astrologi Cina, diwakili satu shio yang memimpin 12 shio lain. Berdasarkan perhitungan astrologi, tahun ini disebut tahun naga air yang hanya muncul saban 60 tahun.

Menurut kepercayaan Tionghoa kuno, shio adalah zodiak yang memakai jenis hewan untuk melambangkan tahun, bulan, dan waktu. Pada dasarnya, ke-12 jenis hewan ini melambangkan 12 cabang bumi dan 10 batang tahun berupa planet di jagat raya.

Kemudian shio itu digabung dengan lima unsur alam, yakni logam, air, kayu, tanah, dan api, yang membentuk periode 60 tahun. Dalam bahasa Indonesia, istilah shio diambil dari dialek Hokkian, yakni sheshio. Ke-12 shio yang termasuk di dalamnya adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi

Pada tahun 2012 ini, tahun baru Cina 2563 jatuh pada tanggal 23 januari 2012, nah untuk anda yang merayakannya tentu anda tidak akan melewatkan moment spesial tersebut dengan begitu saja, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi moment berharga tersebut dengan berbagai hal yang bermanfaat , dan salah satunya adalah dengan memberikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2012 melalui pesan singkat atau SMS untuk anda berikan kepada keluarga, sanak saudara, kerabat maupun teman anda yang merayakannya,,

Berikut adalah beberapa Ucapan Sms Imlek 2012:

GONG XI FA CAI 2563. Semoga Imlek kali ini membawa rejeki yang berlimpah dan juga kesehatan untuk kita semua.

Selamat tahun baru Imlek 2563. Gong Xi Fa Cai – Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang.

Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fa Cai 2563! Semoga senantiasa diberi kesehatan dan kesuksesan,,,

Kami Sekeluarga Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek "GONG XI FAT CHAI 2563". Semoga Sukses Selalu.

Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai 2563.

Wishing You A Happy and Prosperous Chinese New Year! Gong Xi Fa Cai 2563.

Gong Xi Fa Cai !! Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng, Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì

Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fa Cai 2563!


Sumber: dari sanasini......


Rabu, 11 Januari 2012

Malam ini milik kita


Malam ini milik kita

Tlah tertulis dalam catatan masa lalu tentang perjumpaan
Bahwa antara kita memang sudah dipertautkan
Apa yang terjadi bukanlah suatu kebetulan
Atau pun rekayasa lantaran nafsu impian semata
Maka kemanakah kaki-kaki ini hendak langkahkan
ketika tangan-tangan dingin kita saling berpegangan
Dan mata kita mengisyaratkan dahaga
Lalu tubuh kita saling berpelukan
Lebur dalam aroma birahi tak berkesudahan
Harum napas cinta menyatu dalam lembutnya kecupan
Menjelma dalam ciuman panjang
Dititipkannya rindu pada gemuruhnya ombak lautan
Ditautkannya pada benang-benang cakrawala
Dibisikkannya pada kembara musim penghujan
Bahwa malam ini milik kita

11-01-2012
13:15

Minggu, 01 Januari 2012

Surya 1 Januari.....



Surya 1 Januari....


Ketika sang surya 1 Januari menyapa

Kembali harapan itu menggelora

Janji-janji tersusun dalam rencana

Berbinar mata menatap penuh asa

Meski kutahu waktu bukan milik kita


Ketika sang surya 1 Januari menyapa

Ingin kuusap kesedihan yang tersimpan di balik mata

Dan kujanjikan kesetiaan cinta karnaNya semata


Lalu ada canda dan tawa ria

Di sela-sela baluran doa

Tak ada lagi tangis kecewa

Meniti langkah penuh bahagia

Tuhan, betapa indahnya

Andai semua itu jadi nyata



1 Januari 2012

22 th wedding anniversary...


Kamis, 22 Desember 2011

Ibu... dalam pandangan Islam

Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.

أَخْبَرَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَقَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kita juga sangat akrab dengan hadits yang menyebutkan beberapa dosa besar dimana salah satunya ialah durhaka kepada kedua orangtua, yaitu ayah dan ibu. Di antaranya disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَنْ الْكَبَائِرِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِوَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

Dari Anas ia berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ditanya mengenai dosa-dosa besar, maka beliau bersabda: “Mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang-tua, membunuh jiwa dan kesaksian palsu.” (HR. Bukhari)

Bahkan di dalam hadits lainnya disebutkan bahwa kedua orang-tua merupakan faktor yang sangat besar mempengaruhi apakah seseorang bakal menuju ke surga ataukah ke neraka. Artinya, perilaku baik seseorang kepada kedua orang-tuanya bakal memperbesar kemungkinannya berakhir di dalam rahmat Allah dan surga-Nya. Sedangkan kedurhakaannya kepada kedua orang-tua bakal memperbesar kemungkinan hidupnya berakhir di dalam murka Allah dan neraka-Nya.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِمَا حَقُّ الْوَالِدَيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا قَالَ هُمَا جَنَّتُكَ وَنَارُكَ

Dari Abi Umamah ia berkata: “Ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang-tua atas anak mereka?” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Keduanya (merupakan) surgamu dan nerakamu.” (HR. Ibnu Majah)

Hal ini sejalan dengan hadits berikut ini: Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR. Tirmidzi)

Namun yang menarik ialah ditemukannya hadits yang secara khusus mengungkapkan haramnya durhaka kepada sang ibu. Sedangkan hal ini tidak kita temukan dalam kaitan dengan larangan berlaku durhaka kepada sang ayah. Sudah barang tentu ini tidak berarti bahwa berlaku durhaka kepada fihak ayah dibenarkan. Yang jelas dengan adanya larangan khusus berlaku durhaka kepada fihak ibu cuma menunjukkan betapa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi martabat kaum ibu.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ

Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Allah melarang kalian durhaka kepada ibu kalian.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain kita juga dapati bagaimana Islam menyuruh menghormati ibu sekalipun ia bukan orang beriman seperti hadits yang diriwayatkan oleh Asma puteri sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq berikut ini:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْقَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقُلْتُ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

Asma binti Abu Bakar berkata: “Telah datang kepadaku ibuku dan dia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Maka aku datang kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam meminta fatwa beliau. Aku bertanya kepada beliau: ”Telah datang kepadaku ibuku sedangkan ia punya suatu keperluan. Apakah aku penuhi permintaan ibuku itu?” Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Iya, penuhilah permintaan ibumu itu.” (HR. Bukhari)

Mengapa kaum ibu sedemikian diutamakan? Karena mereka adalah fihak yang sejak masih mengandung anak saja sudah merasakan beban memikul tanggung-jawab membesarkan anak-anaknya. Mereka adalah pendamping, penyayang, pengasuh dan pengajar pertama dan utama bagi seorang anak. Ibu adalah fihak yang paling banyak direpotkan oleh anak semenjak mereka masih kecil. Begitu lahir anak menuntut air susu ibunya. Keinginan minum ASI seringkali tidak pandang waktu. Bisa jadi seorang ibu di tengah malam ”terpaksa” bangun mengorbankan waktu istirahatnya demi menyusui buah hatinya.

Seorang ibu juga direpotkan ketika anaknya ngompol dan buang air besar. Ibulah yang biasanya harus mencebok dan membersihkan anaknya. Semakin ikhlas seorang ibu mengerjakan semua aktifitas tadi maka semakin melekatlah si anak kepada dirinya. Di balik segala kerepotan tadi sesungguhnya terjalinlah ikatan hati yang semakin kokoh antara ibu dan anak. Itulah sebabnya ketika seseorang sudah dewasa sekalipun, tatkala dalam kesepian tidak jarang rasa rindu akan belaian tangan ibunya yang penuh kasih sayang terkenang kembali.

Dalam pepatah Arab ada ungkapan berbunyi Al-Ummu madrasah (ibu adalah sekolah). Benar, saudaraku. Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana al-ghazwu al-fikri (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal...! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.

Di masa kita dewasa ini saat mana faham ateisme, materialisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme begitu dominan mewarnai kehidupan masyarakat dunia, maka kehadiran seorang ibu sendirian mendampingi anak-anaknya kadang dirasa kurang memadai. Sehingga kerjasama antara ayah-mukmin dan ibu-mukminah sangat diperlukan. Dalam dunia modern anak-anak kita sangat perlu pengarahan yang sangat kokoh dan kompak dari kedua orang-tuanya sekaligus untuk meng-counter serangan musuh-musuh Islam yang pengaruh buruknya semakin hari semakin hegemonik.

Betapapun, seorang ayah tidak mungkin diharapkan untuk terus-menerus berada di rumah karena tuntutan mencari ma’isyah (penghasilan) bagi anak-isterinya. Oleh karenanya kehadiran dan keaktifan peran seorang ibu di rumah mendampingi anak-anaknya menjadi sangat strategis. Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyetarakan hadir dan aktifnya seorang ibu mendampingi anak-anaknya di rumah dengan aktifitas jihad fi sabilillah yang dilakukan oleh kaum pria di medan perang menghadapi musuh-musuh Allah.

عن أنس، رضي الله عنه، قال: جئن النساء إلى رسول اللهصلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله، ذهب الرجالبالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك بهعمل المجاهدين في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:"من قعد -أو كلمة نحوها -منكن في بيتها فإنها تدركعمل المجاهدينفي سبيل الله".

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Kaum wanita datang menghadap Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bertanya: “Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan jihad di jalan Allah. Adakah perbuatan bagi kami yang dapat menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah?” Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Barangsiapa di antara kalian berdiam diri di rumahnya maka sesungguhnya ia telah menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah.” (HR. Al-Bazzar)

Wahai kaum ibu, ikhlaslah dan sabarlah menjaga pos jihad kalian. Didiklah generasi masa depan calon-calon mujahidin dan mujahidat fii sabilillah harapan ummat....!

Sumber : http://www.eramuslim.com/