Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita

Rabu, 20 April 2011

Sajak Sajak Tujuh Belas ( 1 )


Usia remaja, usia belasan adalah usia yang penuh gejolak dan sensitivitas tinggi, di mana pada usia itu seeorang sedang mencari jati diri. Bersyukur bagi orang tua yang bisa mengarahkan anak-anaknya di usia rawan tersebut.. Namun tidak sedikit si anak mencari dirinya sendiri. Media pencurahan terdapat di mana-mana.. mungkin di organisasi sekolah, di karaoke, di klub-klub pecinta alam ataupun hanya hang out. cuci mata di mall mall..
Beruntung lagi jaman sekarang, jaman teknologi, ada internet, ada jejaring sosial, ada youtube.. semuanya bisa dimanfaatkan sepanjang mengerti benar manfaatnya.
Akan halnya diriku, peristiwa itu sudah terjadi lebih dari 32 tahun yang lalu..
Dalam mengisi kekosongan hati di sela-sela pusingnya memikirkan pelajaran sekolah.. "menulis" adalah obat yang paling mujarab.. Saat itu bahkan tulisanku yang berbentuk cermin (cerita mini) sering mengisi halaman remaja sebuah surat kabar Ibu kota "Suara Karya Minggu" dengan nama Ida Arrysandy. Selain senang dan ada kepuasan tersendiri, honornya bisa untuk traktir teman-teman. Sayangnya aku bukan seorang arsiparis yang baik. Ayahku sering berpindah rumah, sehingga karya-karyaku tak ada bekasnya.. mungkin sudah katut terbuang atau kebanjiran, karena rumahku sering kebanjiran.
Kini, di saat aku berusia 49 tahun, ketika bongkar-bongkar sebagian bukuku yang tersisa, aku menemukan sebuah agenda lusuh.. ternyata ada beberapa puisi, beberapa sajak yang kutulis tahun 1979 sampai 1985. Maka akupun ingin berbagi...kubaca lagi lalu kuketik lagi..sambil geleng-geleng kepala.. geli...lucu.. haru..malu..senang.. bangga...

Inilah 10 sajak-sajak diantaranya....dan akan kutulis lagi di halaman-halaman mendatang....

1. Ceritera tengah malam

Kalaupun kita pernah saling gelisah

Hadapi kenyataan hidup ini

Itu cuma sementara

Sekarang mungkin kita lupa

Apa yang akan dihadapi

Sekedar hidup di esok

Atau

Kita yang selalu mendamba

Akan keindahan dunia

Tapi semua layak

Kita manusia selalu iri

Penuh rasa dan dendam

Bukan karena ingkar bila nantinya

Kita harus lupa satu sama lain

Maka dari kini perlu dibina

Keselarasan hidup antara kita

^^ Batang,,medio juni 1979^^


2. Tentang manusis-manusia sibuk

Dia terangkan bahwa kerja adalah segalanya

Dia katakana bahwa tanpa kerja tak bias hidup

Tapi segalanya perlu pengorbanan

Sekian waktu telah hilang

Untuk kerja dan hidup

Buat hari esok semata

Bahwa esok mesti lebih baik dari hari ini

**Batang, Medio Juni 1979**


3. Kisah minggu pagi

Deru motor itu

Bising – memekak telinga

Sepertinya sengaja

Menggugah kita

Dari keterlenaan

Karena ini hari minggu

*Juni,1979*


4. Ada diam ketika kau datang

Diam itu telah merasuk diriku

Ketika kau sapa penuh keramahan

Diam itu telah mengambang diantaramu

Lantaran aku tiada peduli dirimu

Dan segala bisu kin ada menjelma

Mengantarakan diri kita

Kau dating dan pulang

*Juni’79*


5. Sejuta duka telah terbang

Dukaku hari ini

Seperti dukamu di masa lalu

Selalu mencekam setiap gerak

Dan kini segalanya telah lalu

Terbang bersama angan

Melayang…

*Juni,1979*


6. Kata orang tentang cinta

Ada kalaya indah dan mengasyikkan

Membuai kita ke alam maya

Adakalanya menyakitkan dan membosankan

Mengajak kita kea lam frustasi

Entahlah mana yang benar

Karena cinta belum jua menghampiriku

^25Juni,1979^


7. Sajak kepada sang kekasih

Yang dulu itu pernah kau janjikan

Hidup bersama dengan segala cinta

Bermesraan dalam hidup yang sengsara

Aaa.. adakah akan jadi kenyataan

Sedang kita tiada saling menyapa

^Batang, Juni 1979^


8. Untuk gadis berpita merah

Senyummu itu kau berikan pada siapa

Gadis kecil seberang rumahku

Selalu ceria mengundang damai

Di hatiku

tapi ku ragu itu semua

Dengan segala tingkahmu

Yang jenaka

Kau gadis kecil berpita merah

Aku ingin menimangu

Seperti dulu aku ditimang ibuku

*Batang,juni’79*


9. Aku tahu Kau Tuhanku

Aku tahu Kau murka karna ulahku

Tapi aku perlu ketenangan lahir

Aku tahu Kau Kuasa atasku

Tapi aku tak kuasa menentang Mu

Aku tahu… tahu.. dan tahu..

Tapi.. jangan siksa aku seperti ini

Kau Suci dari segala

Kau Abadi

Hakiki

Tuhanku

*Batang, Juni 1979*


10. Cemara-cemara musim panas

Kau yang tiada guna bagiku

Memakiku

Dengan segala kesombonganmu

Apakah kau tidak rasa itu ?

Aku tak rela memang

Bila jemarimu nan lembut

Indah menari

Begitu saja tertiup angin

Meliuk kesana kemari

Begitu angkuh

Dan aku cemburu

^^ akhir Juni 1979^^


Tidak ada komentar: