Selamat Datang di 'Rumah Biru'

Tempatku Berbagi Cerita, Tempatku berbagi Ceria, Tempatku berbagi Cinta, Tempatku berbagi Cita

Sabtu, 20 Maret 2010

Bulir-bulir padi

Bulir-bulir padi
(untuk Tika)

bulir-bulir padi tumbuh di antara rerumputan
indahnya tertiup angin sepoi
tegarnya menantang kicauan burung nakal
disapunya gerah dan panas kemarau panjang

bulir-bulir padi merunduk di antara dedaunan
cahyanya tetaplah bersinar
malunya menyerpih lara duri-duri kecil
ditatapnya tubuh ringkih tinggal semusim

bulir-bulir padi terkoyak diantara jerami
bukan lara dirasanya tercabik diantara ani-ani
sepinya menunggu hempasan-hempasan asa
aku tetap yang terbaik, teriaknya
sebab aku adalah pengharapan
sebab aku adalah penghidupan

dan bulir padi tanpa sekam adalah kenikmatan
penghidupan diantara helaan nafas-nafas memburu
dalam penantian yang tak pernah usai
kepasarahannya
ketakberdayaannya
adalah pengabdian suci cintanya

Karanganyar, 19 Maret 2010



Jumat, 12 Februari 2010

Ulang Tahunmu Kapannn...... ??????



“ Perasaanku dulu ulang tahunmu tanggal 11 Pebruari,,, tapi sekarang kok tanggal 12 Pebruari sih, btw…kapanpun ulang tahunmu,aku ucapkan Selamat Ulang tahun, semoga panjang umur, murah rejeki,makin sukses, selalu dirahmati Allah swt. Amin. Ditunggu makan-makannya”. Demikian bunyi sms yang kutrima dari seorang teman sekolah…
“De facto-nya tanggal 11, de jure-nya tanggal 12” jawabku.
“Lho kok bisa ???” tanyanya lagi.
“Sekarang apa sih yang tidak bisa…..????” jawabku lagi
“Oh… kamu pasti mau mengelabui teman-teman di fesbuk ya?? Ada sih, yang tiap hari ulang tahun juga… mau ikut2an ? Lah.. wis tuwo we pengin diucapin ulang tahun tiap hari..” dia menulis lagi..
“Gak juga…” jawabku.
“Lantas ?”
“Besuk aku tulis di blog. RumahBiru… critanya panjang….okey..”
“Yess… kutunggu postingnya yaahhh….”
“Okey… mudah2an aku gak males nulis… hehehehe..”


Ulang tahun ???
Saya sering masygul, dan tak tahu mesti menyalahkan siapa kalau ingat hari ulang tahun.. tapi aku selalu bersyukur… mensyukuri setap hari lahirku.
Dulu, jaman masih sekolah..aku selalu merayakannya bersama teman-teman.. Sekarang pungan pun masih tetap aku peringati dengan membuat syukuran kecil bersama keluarga, nraktir teman dekat, ke Panti Asuhan, dsb… yang penting wujud rasa syukur itu selalu kuungkapkan karena Allah telah memberiku usia yang insya Allah selalu aku manfaatkan sebaik-baiknya…agar aku bias bermanfaat bagi sesama…
Nah,masalahnya yang jadi pertanyaan teman-teman adalah tanggal lahir yang kupakai ternyata berbeda.
Bagi keluarga dan teman-teman lama masih mengingat tanggal 11 Pebruari sebagai hari lahirku, namun bagi teman-teman kantorku… sekarang teman-teman di fesbuk juga, member ucapan selamat pada tanggal 12 Pebruari… termasuk kemarin aku dapat Kartu Ucapan Selamat Ulang Tahun dari Bu Rina Iriani Sri Ratnaningsih, Bupati Karanganyar.. (meski aku tahu persis, yang ngirim kartu adalah Pak Wiyono dari BKD Karanganyar…..)
Trimakasih untuk semua sahabat, kerabat dan handai taulan yang telah memberikanku ucapan selamat, mengirim doa dan harapan… semuanya bikin aku tambah semangat untuk membaktikan diriku kepada kehiduan ini..
Melihat kenyataan aku punya 2 tanggal lahir, dikira teman-teman aku lahir tengah malam. Padahal menurut ibuku, aku dilahirkan pada hari minggu tanggal 11 Pebruari pagi… maka aku pun dibuatkan akta kelahiran tanggal 11 Pebruari… De Facto aku lahir tanggal 11 Pebruari…
Nah, tanggal itu kupakai untuk urusan segala macam urusan waktu itu, sampai pada hari yang kubilang tak sengaja, yaitu tanggal 12 Pebruari 1980 waktu itu mau lulusan SMA, kami disuruh nulis data-data untuk ijazah SMA. Aku tidak menyadari bahwa tanggal lahir yang aku tulis adalah tanggal 12 Pebruari…
Ketika ijazah sudah jadi, aku baru sadar, bahwa tanggal lahirku salah.. aku protes ke bagian administrasi tapi tidak ditanggapi, karena ketika ditunjukkan berkas/blangko isianku memang tertulis tanggal 12 Pebruari… Orang tua ku pun saat itu tidak mengurusnya….
Maka dengan dasar ijasah SMA aku mendaftar ke Perguruan tinggi, yang akhirnya digunakan sebagai dasar ijasah perguruan tinggi dan juga ijasah pengangkatanku sebagai pegawai negeri… sampai sekarang..
Anehnya lagi, ketika Bapakku pensiun, aku menguruskan segala sesuatunya.. ternyata dalam daftar anak yang masih dalam tanggungan Bapak waktu itu tertulis dataku, tanggal lahirnya juga 12 Pebruari… Aku sempat Tanya.. “Bapak, kok tanggajavascript:void(0)l lahir saya 12 Pebruari sih..” “ Lho, Bapak juga ingatnya tanggal 12 Pebruari…” . Berarti tanpa sepengetahuanku dalam file kepegawaian Bapak, aku juga terlahir tanggal 12 Pebruari… Ini namanya De Jure aku terlahir tanggal 12 Pebruari…
Begitulah….. maka bila ada temen yang ngucapin ulang tahun tanggal 11 Pebruari… aku bilang… Ulang tahunku masih besuk pagi…, sebaliknya kalau tanggal 12 Pebruari ada yang ngucapin ulang tahun bahkan minta traktir… aku jawab… Aku Ulang tahun kan udah temarin…..



Selasa, 26 Januari 2010

PNS Fesbukan pada jam kerja melanggar Disiplin PNS ???

Ketika saya menulis status di fesbuk pada jam kerja, seorang temen (yang bukan PNS) memberi komentar "awas lho bu...kata pak Joni, fesbukan pada jam kerja bisa kena PP 30..". Saya tercenung sejenak, karena saya tahu persis pak Joni dan jabatan beliau. Beberapa waktu lalu saya juga baca di sebuah massmedia, adanya larangan fesbukan bagi PNS di lingkungan Pemda Kab/Kota tertentu. Wah... berarti mesti hati-hati nih.
Maka saya pun mulai membuka-buka kembali buku-buku tebal peraturan kepegawaian, khususnya yang menyangkut masalah Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Satu-satunya Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Disiplin PNS adalah PP Nomor 30 Tahun 1980. Peraturan tersebut meski berusia hampir 30 tahun tapi masih berlaku sampai sekarang... Maka mulailah saya baca pasal demi pasal, utamanya tentang Kewajiban dan Larangan PNS yang tercantum dalam Bab II pasal 2 dan 3.

Berikut saya kutipkan Kewajiban dan Larangan PNS sebagaimana Pasal 2 dan 3 PP 30/1980 tersebut...



Pasal 2
Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib :
a. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan
Pemerintah;
b. mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri, serta menghindarkan segala sesuatu yang dapat mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan, diri sendiri, atau pihak lain;
c. menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara, Pemerintah, dan Pegawai Negeri Sipil;
d. mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya;
f. memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum;
g. melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian,
kesadaran, dan tanggung jawab;
h. bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara;
i. memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan, dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil;
j. segera melaporkan kepada atasannya, apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah, terutama di bidang keamanan, keuangan, dan material;
k. mentaati ketentuan jam kerja;
l. menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik;
m. menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-baiknya;
n. memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing;
o.bertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya;
p. membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya;
q. menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya;
r. mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya;
s. memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya;
t. mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan;
u. berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap
masyarakat, sesama Pegawai Negeri Sipil, dan terhadap atasan;
v. hormat menghormati antara sesama warganegara yang memeluk agama/ kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang berlainan;
w. menjadi teladan sebagai warganegara yang baik dalam masyarakat;
x. mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku;
y. mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang;
z. memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima
mengenai pelanggaran disiplin.

Pasal 3
(1)Setiap Pegawai Negeri Sipil dilarang:
a. melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara, Pemerintah, atau Pegawai Negeri Sipil;
b. menyalahgunakan wewenangnya;
c. tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing;
d. menyalahgunakan barang-barang, uang, atau surat-surat berharga milik Negara,
e. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang, dokumen, atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah;
f. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara;
g. melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap
bawahannya atau orang lain di dalam maupun diluar lingkungan kerjanya;
h. menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan;
i. memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil, kecuali untuk kepentingan jabatan;
j. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;
k. melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani;
l. menghalangi berjalannya tugas kedinasan;
m. membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan
jabatan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain;
n. bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan
pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah;
o. memiliki saham/modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya;
p. memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatannya tidak berada dalam ruang lingkup
kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan;
q. melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi, maupun sambilan, menjadi direksi, pimpinan atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a ke atas atau yang memangku jabatan eselon I.
r. melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain.
(2)Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d ke bawah yang akan melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf q, wajib mendapat izin tertulis dari pejabat yang berwenang.


Nah... bagi temen-temen PNS cermati baik-baik dan dipedomani Kewajiban dan Larangan tersebut... niscaya tidak akan melanggar disiplin sebagaimana dikhawatirkan banyak pihak....jelas kan...???


Kamis, 24 Desember 2009

Bau Badan....??? Sudah tidak jamannya......

Pada suatu ketika pulang dari dinas di luar kota, saya dinunuti oleh beberapa teman yang kebetulan pulang searah. Mobil yang ber-AC tiba-tiba beraroma tak sedap. Perjalananpun jadi tak nyaman.... gara-gara ada di antara penumpang ternyata memiliki "BB" yang aduhai bikin kami "kleyengan". Hari gini masih ada yang belum bisa mengelola bau badan ???

Tubuh kita diciptakan oleh Allah swt. meiliki mekanisme biologis yang canggih. Sala satunya adalah mengeluarkan keringat untuk membuang zat-zat yang tak berguna dan mengatur suhu tubuh agar tetap konstan.
Bersamaan dengan keringat, keluar juga aroma-aroma tubuh yang tak sedap. Aroma ini pada setiaporang tak sama, ada yang sedikit berbau asam, tapi adapula yang membuat orang lain "kleyengan" seperti teman saya tadi.
Dari mana aroma tak sedap itu??


Menurut para ahli, kelenjar keringat ada dua macam, yakni kelenjar apokrin dan kelenjar eksokrin. Kedua kelenjar ini menghasilkan keringat. Pada orang tertentu, kelenjar apokrinnya bekerja lebih aktif melawan bakteri, sehingga kelenjar yang bersemayam di ketiak ini memproduksi banyak lagi cairan kental, keruh, disertai bau asam. Bau ini kemudian menyebar...
Teori lain mengatakan bahwa bau badan bisa berasal dari makanan yang kita makan. Mereka yang lebih suka mengkonsumsi makanan berprotein tinggi cenderung memiliki bau badan yang tak sedap dibanding dengan mereka yang suka makan sayuran...

Tak perlu meruntut darimana sumber keringat dan bau... Untuk mengatasi bau badan, umumnya orang memakai deodoran meskipun tidak berhasil sepenuhnya. Ingat, menghilangkan bau badan tidak dengan minyak wangi....
Sebaiknya perhatikan juga kebersihan tubuh dan pakaian. Mandilah minimal 2x sehari dengan menggunakan sabun, bila perlu gunakan sabun antiseptik. Ganti pakaian setiap habis mandi. Cukur bulu ketiak agar keringat dapat mudah menguap..
Selain itu, jika suka minumlah ramuan tradisional seperti Jamu Anti Bau Badan ataupun mempergunakan Rempah Mandi.....


Sabtu, 12 Desember 2009

"GREBEG LAWU" tahun 2009


Setiap bulan Sura dalam penanggalan Jawa, masyarakat Jawa, utamanya Jawa Tengah dan Jawa Timur merayakan tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka. Bulan Sura dianggap sebagai bulan yang keramat, sampai-sampai "tabu" untuk melaksanakan suatu pesta, lebih-lebih pesta pernikahan.

Seiring dengan berjalannya waktu, adat istiadat tersebut telah bergeser, namun sebagai budaya dan tradisi berkembang menurut lingkungan masing-masing, termasuk berbagai tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Lawu.

Menangkap fenomena tersebut masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota yang berada di seputar Gunung Lawu, seperti Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Magetan, Pacitan, Ngawi dan Ponorogo maupun Surakarta pada Umumnya menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa tersebut.

Untuk Karanganyar, kegiatan tersebut dikemas dalam sebuah event yang disebut sebagai "GREBEG LAWU"

Grebeg Lawu dilaksanakan sebulan penuh. Untuk tahun 2009 direncanakan dijadwalkan sebagai berikut:

1. Selasa, 15 - 12 - 2009; jam 21.00 - 22.00 WIB: - Jagongan Pasar Gede di - Stodio TATV Solo - Interaktif 0271 - 857555
2. Sabtu s/d kamis, 12 s/d 17 Des 2009 jam 19 00 - selesai : - Pentas seni dan istighosah di Desa Baturan Colomadu
3. Kamis, 17 - 12 - 2009, jam 19.00 - selesai : - Mapag tanggal di - OW Sapta Tirta Pablengan
diisi kegiatan: - Tari Persembahan; - Doa Bersama; - Mocopatan dan - Pementasan Srandil
4. Kamis, 17 - 12 - 2009 jam 19.00 - selesai : - Mocopatan di - Gedong Putih Gondangrejo
5. Senin/Selasa, 21/22 Des 2009 , jam 09.00 - selesai : - Lomba Pambiworo, di - OW Sapta Tirta Pablengan, yang diselenggarakan oleh IKK Kec. Matesih
6. Rabu, 23 - 12 - 2009, jam 09.00 - selesai: - Lomba Kuliner di - Pasar Wisata Tawangmangu
7. Kamis, 24 - 12 - 2009, jam 19.00 - selesai: - Mocopaan di - Gedong Putih Gondangrejo
8. Sabtu, 26 - 12 - 2009, jam 08.30 - selesai: - Pasar Kumandang di - Pasar Wisata Tawangmangu; diisi kegiatan :
- Reog, Tari kencar - kencar; - Prosesi; - Doa bersama; - Pembagian Bari'an; Lain - lain hiburan ; tari Rebana dan Tari Jaran Kepang Parang Ijo
9. Minggu, 27 - 12 - 2009, jam 09.00 - selesai: - Gelar Seni Tradisi di - Pasar Wisata Tawangmangu, menampilkan Potensi Seni yang ada di Kabupaten Kra.
10 Minggu, 27 - 12 - 2009 jam 06.00 - selesai: - Mubeng Gunung Lawu di - Kec. Ngargoyoso
dan - Kec. Tawangmangu.
11. Rabu, 30 - 12 - 2009, jam 08.00 - selesai: - Seminar Basa Jawa di - Pendopo Rumah Dinas yang diselenggarakan oleh Disdikpora.
12. Kamis, 31 - 12 - 2009, jam 19.00 - selesai: - Mocopatan di - Gedong Putih Gondangrejo
13. Kamis, 31 - 12 - 2009, 19.00 - 23.00: - Musik Hiburan rakyat di - Alun - alun Karanganyar
14. Jum'at, 1 - 1 - 2010, jam 08.30 - selesai: - Gelar Seni Tradisi di - OW Sapta Tirta Pablengan.
15. Jumat, 1 - 1 - 2010, jam 08.30 - selesai: - Srawung Seni Candi di - Candi Sukuh
16. Minggu, 3 - 1 - 2010, jam 09.00 - selesai: Drama Tari Macan Gadungan di - Desa Gadungan Ngargoyoso
17. Minggu, 3 - 1 - 2010, jam 09.00 - selesai: - Lomba Fashionshow dan Lomba Mocopat di - Pasar Wisata Tawangmangu
18. Kamis, 7 - 1 - 2010, jam 19.00 - selesai: - Mocopatan di - Gedong Putih Gondangrejo
19. Jum'at, 8 - 1 - 2010: - Gelar seni Watu Pawon di Desa Girimulyo, Ngargoyoso.
20. Sabtu, 9 - 1 - 2010, jam 09.00 - selesai: Cerdas cermat basa jawa di - Pasar Wisata
21. Minggu, 10 - 1 - 2010, jam 00.00 - selesai: - Upacara Adat Wahyu Kliyu di - Desa Kendal Jatipuro
22. Kamis, 14 - 1 - 2010, jam 19.00 - selesai: - Mocopatan di - Gedong Putih Gondangrejo
23. Sabtu, 16 Januari 2009, jam 09.00 - selesai: - Gelar seni tradisi di - Pasar wisata Tawangmangu


NB :
Jadwal dapat berubah sewaktu - waktu
(Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar)



Senin, 07 Desember 2009

“Sangiran Early Man Site”


Sangiran sebenarnya adalah nama kembar dari dua dusun kecil yang terletak di perbatasan antara Kbupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Kedua pedusunan ini dipisahkan oleh kali Cemoro yang mengalir dari kaki Gunung Merapi menuju ke sungai Bengawan Solo. Dusun Sangiran sisi utara terletak di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen; dan Dusun Sangiran sisi selatan masuk wilayah Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.
Situs Sangiran secara astronomis terletak antara 110º49’ hingga 110º53’ Bujur Timur, dan antara 07º24’ hingga 07º30’ Lintang Selatan. Situs Sangiran ini dianggap penting karena memiliki beberapa keutamaan antara lain, bahwa situs ini areal sebaran temuannnya sangat luas yaitu ± 56 Km², dan mengalami masa hunian oleh manusia purba yang paling lama dibandingkan situs-situs lain di dunia, yaitu dihuni oleh manusia purba selama lebih dari satu juta tahun, dengan jumlah temuan fosil manususia purba yang melimpah, yaitu mencapai lebih dari 50 % popolasi homo erectus di dunia.
Perhatian Situs Sangiran sudah diawali sejak tahun 1893 oleh Eugene Dubois yang pada saat itu sedang dalam penelusuran mencari fosil nenek moyang manusia. Namun karena Dubois kurang serius meneliti di Sangiran, maka dia tidak berhasil mendapatkan temuan yang dicarinya. Temuan yang dicarinya justru didapatkannya di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Temuan tersebut berupa sebuah fosil tengkorak (calvaria) dan tulang paha (femur) manusia purba yang dinamakan Pithecanthropus erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak.

Penelitian di Sangiran yang lebih intensif dilakukan tahun 1930-an oleh J.C. van Es., dan dilanjutkan oleh GHR von Koenigswald. Tahun 1934 von Koenigswald berhasil menemukan tidak kurang dari seribu buah alat batu-batuan manusia purba yang pernah hidup di Sangiran. Alat-alat batu tersebut umumnya dibuat dari batuan lkalsedon yang dipecahkan sehingga mempunyai sisi tajaman yang dapat digunakan untuk memotong, menyerut, ataupun untuk melancipi tombak kayu. Bentuk alat batu yang sangat sederhana kadang sulit dibedakan dengan batuan alam. Alat batu jenis ini dalam ilmu arkeologi dikenal dengan nama alat serpih, dan von Koeneigswald menyebutnya dengan istilah “ Sangiran Flake Industry” (industry serpih dari situs Sangiran).
Tahun 1936 von Koeneigswald berhasil menemukan fosil rahang atas manusia purba yang ukurannya besar, yang disebutnya sebagai fosil Meganthropus palaojavanicus. Selanjutnya tahun 1937 von Koeneigswald berhasil menemukan fosil manusia purba yang dicari-cari oleh Dubois yaitu fosil Pithecanthropus erectus. Temuan berupa atap tengkorak yang oleh von Koeneigswald dinamakan Pithecanthropus II. Penemuan Spektakuler ini telah mengundang para ahli untuk mengadakan penelitian lanjutan di Situs Sangiran, baik ilmuawan dari dalam negeri maupun dari manca negara.
Untuk melestarikan dan melindungi Situs Sangiran, maka pada tahun 1977 Pemerintah menetapkan Kawasan Saniran dan sekitarnya seluas ± 56 Km² sebagai Daerah Cagar Budaya. Selanjunya untuk meningkatkan status Situs Sangiran di mata dunia, maka pada tanggal 5 Desember 1996, melalui persidangan yang ketat, Situs Sangiran secara resmi diterima UNESCO sebagai salah satu dari Warisan Budaya Dunia dan dicatat dalam “World Heritage List” nomer 593 dengan nama “Sangiran Early Man Site”

(Sumber: Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran)
Note: mohon maaf tidak ada gambarnya..... proses unggah gambar agak trouble... Silahkan berkunjung ke Sangiran saja ya ????

Selasa, 03 November 2009

Upacara adat "Mondosiyo"





Sejak jaman dahulu, Gunung Lawu (3.265m) dikenal sebagai wilayah ang sakral, penuh dengan misteri alam ghaib, sehingga menjadi pusat kegiatan ritual berbagai "laku" dan upacara adat "kejawen" yang paling sempurna di Pulau Jawa ini.

Hampir setiap perbukitan sepanjang lereng barat dan utara Gunung Lawu ditemukan berbagai "petilasan" dan "pesarean" para tokoh spiritual jawa penganut kepercayaan warisan luhur bangsa.



Salah satu upacara tradisi "kejawen" yang hingga kini diyakini masih sangat bertuah dan mampu membawa berkah berlimpah-limpah adalah Upacara Adat Mondosiyo.
Upacara ini dilakukan oleh masyarakat suku jawa aseli di Dusun Pancot, Kelurahan Blumbang dan Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, pada setiap hari Selasa Kliwon Wuku Mondosiyo.

Menurut legenda yang dituturkan secara turun temurun, upacara adat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati kemenangan masyarakat adat, yang telah berhasil mengalahkan dan menghancurkan perilaku kekejian dan kebiadaban nafsu sang Prabubaka, titah raksasa pemakan manusia. Wujudnya melalui doa adat yang dipanjatkan, dan sesaji tradisi yang dipersembahkan masyarakat dan semua peserta upacara adat Mondosiyo. Tujuannya agar lolos dari malapetaka serta terbebas dari "sukerta", bahkan memperoleh kedamaian dan kemakmuran serta kemudahan hidup bersama dalam masyarakat secara terus menerus.


Tata Upacara ini dimulai pada hari Minggu Pon. Dua hari sebelum puncak Upacara Mondosiyo berlangsung, msyarakat setempat mengumpulkan beras untuk diolah atau dimasak secara tradisiona ,menjadi makanan yang disebut "gandhik", serta aneka makanan khusus lainnya sebagai perlengkapan "sesaji tradisional". Di samping itu, secara gotong royong masyarakat setempat membeli seekor kambing dan sejumlah ayam kampung sebagai "sesaji pokok".



Hari berikutnya Senin Wage, keseluruhan perlengkapan "sesaji tradisi" dan berbagai "busana tradisi" ditempatkan atau disanggarkan di rumah sesepuh adat.



Pada pukul 7 malam (malam Selasa Kliwon), beberapa orang perangkat adat menabuh "bende" mengelilingi tempat-tempat yang dianggap keramat, sebagai pemberitahuan akan diselenggarakan upacara adat Mondosiyo, dengan harapan agar para danyang hadir serta merestui perhelatan tersebut. Selanjutnya menjelang tengah malam diadakan tirakatan dan renungan sesuai adat setempat.


Hari H, Selasa Kliwon adalah Puncak Upacara Adat Mondosiyo.
Pukul 07.00 pagi para sesepuh adat dan tokoh masyarakat membawa seekor kambing kendit dan ayam ke punden Bakpatokan untuk disembelih sebagai sesaji.
Pukul 10.00 semua bahan sesaji sudah disiapkan di punden Bakpatokan.
Pukul 13.00 diperdengarkan "gendhing Manyar Sewu"

Pukul 16.00 Upacara Mondosiyo dilangsungkan dengan dipimpin oleh sesepuh adat.




Pada puncak acara ini diperebutkan ayam hidup, serta penyiraman "air badheg" bagi masyarakat atau pengunjung. Bagi yang dapat atau bisa menangkap ayam akan mendapat keberuntungan...